Serang, Banten – Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) IV Provinsi Banten resmi ditutup hari ini dengan sukses besar. Tak hanya dihadiri ratusan peserta dari delapan kabupaten/kota, acara ini juga mendapat kunjungan istimewa dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan Japanese Red Cross Society (PMI Jepang) menandakan pengakuan internasional terhadap kiprah PMR Banten.

Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme peserta selama empat hari pelaksanaan Jumbara. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Saya melihat langsung bagaimana adik-adik PMR tidak hanya belajar, tetapi juga membangun kebersamaan dan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.

Sebanyak 376 anggota PMR (tingkat Mula, Madya, dan Wira) terlibat dalam serangkaian kegiatan, mulai dari lokakarya, pentas seni budaya, hingga aksi nyata pengabdian masyarakat. “Mereka turun langsung ke lingkungan warga, berkontribusi menciptakan kondisi yang lebih sehat dan bersih,” tambah Tatu.

Kehadiran perwakilan IFRC dan PMI Jepang menjadi sorotan utama. Suparman, Ketua Pelaksana Jumbara, menyebut ini sebagai momen bersejarah. “Ini pertama kalinya Jumbara di Indonesia mendapat kunjungan langsung dari organisasi Palang Merah internasional. Kami harap ini memotivasi provinsi lain,” ujarnya.

Tatu Chasanah menambahkan, “Dukungan dari IFRC dan PMI Jepang membuktikan bahwa gerakan kepemudaan PMI diakui dunia. Ini momentum untuk terus mengembangkan potensi relawan muda.”

Melalui Jumbara, PMI Banten berkomitmen memperkuat kapasitas generasi muda. “Anak-anak Indonesia harus hebat, sehat fisik dan mental, serta terampil. PMR adalah wadah tepat untuk membentuk karakter dan jiwa sosial mereka,” tegas Tatu.

Acara yang digelar sejak 1-4 Juli 2025 ini tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan dan kolaborasi. “Yang terpenting bukan sekadar juara, tapi bagaimana mereka bisa terus berkembang,” tutup Tatu.