BOGOR — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan konsep pertahanan negara saat ini tidak lagi bertumpu semata pada kekuatan militer. Pertahanan modern juga mencakup pengelolaan informasi, opini publik, serta aspek psikologis yang berdampak langsung pada stabilitas nasional.
Penegasan tersebut disampaikan melalui amanat tertulis yang dibacakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, saat pembukaan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026 di Aula Belanegara, Pusdiklat Kementerian Pertahanan RI, Bogor, Kamis (29/1/2026).
Menhan menyoroti dinamika lingkungan strategis global dan nasional yang semakin kompleks, ditandai maraknya misinformasi, disinformasi, hoaks, serta manipulasi narasi. Fenomena tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan nasional apabila tidak dikelola secara bertanggung jawab.
Dalam konteks itu, Menhan menegaskan pers memiliki peran strategis sebagai mitra negara dalam menjaga ketahanan informasi nasional. Pers profesional dan berintegritas dinilai mampu membentuk persepsi publik yang sehat melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.
“Pers tidak hanya menjadi pilar demokrasi, tetapi juga berkontribusi besar dalam menjaga ketahanan informasi nasional,” tegas Menhan dalam amanat tertulisnya.
Retret PWI 2026 diharapkan menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk memperkuat nilai kebangsaan dan nalar kritis publik dalam menghadapi berbagai bentuk propaganda yang berpotensi memecah persatuan bangsa.
