Bintan – Demi menjaga kedaulatan wilayah Indonesia, Komandan Pangkalan TNI AL Bintan, Kolonel Laut (P) Dr. Eko Agus Susanto, S.E., M.M., turut mendampingi rombongan Kemenkopolhukam dalam kunjungan ke Menara Suar Karang Singa, Rabu (7/5/2025). Rombongan ini menaiki Kapal Patroli Keamanan Laut Combat Boat 58 Lanal Bintan, memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana.

Menara Suar Karang Singa yang megah ini berada di Gugusan Karang Pulau Bintan, lokasi strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Pembangunannya dimulai sejak 2021 oleh Kementerian Pertahanan dan kini dilanjutkan oleh Kementerian Perhubungan. Jika semua berjalan lancar, menara ini akan berdiri kokoh pada Juni 2025, dilengkapi lampu navigasi yang mampu menerangi hingga lebih dari 6 mil.

Menara Strategis di Selat Malaka
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenkopolhukam, Purwito Hadi Wardhono, S.E., M.Hum., menyebut menara ini sangat penting bagi keselamatan pelayaran di Alur Laut Kepulauan Indonesia 1 (ALKI 1), Selat Malaka. “Pembangunan menara ini bukan hanya simbol kedaulatan, tetapi juga upaya nyata menjaga keamanan pelayaran,” ungkapnya.

Namun, proses pembangunan tidak selalu mulus. Tantangan berupa cuaca ekstrem dan kondisi alam yang sulit kerap menghambat pengerjaan. Untuk itu, kolaborasi lintas kementerian sangat diperlukan guna merumuskan solusi terbaik dan menyelesaikan pembangunan tepat waktu.

Masyarakat di sekitar Bintan pun menyambut positif pembangunan Menara Suar ini. “Semoga segera selesai dan bisa meningkatkan keselamatan pelayaran serta menunjukkan bahwa perbatasan kita tetap kokoh,” ujar salah satu warga.

Pembangunan Menara Suar Karang Singa menjadi bukti nyata komitmen Indonesia menjaga kedaulatan dan keselamatan di perbatasan. Dengan kolaborasi yang solid, menara ini akan segera berdiri kokoh, menyinari perairan Selat Malaka.