BAKAUHENI – Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa mulai menunjukkan peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan puncak arus akan terjadi pada 24–25 Maret 2026.

Sejak Hari H Lebaran, trafik di Pelabuhan Bakauheni mulai menggeliat. Lonjakan penumpang dan kendaraan terpantau meningkat, namun pihak ASDP mengklaim layanan penyeberangan tetap berjalan tertib dan terkendali.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyebut peningkatan ini menjadi tanda arus balik telah dimulai.

“Pergerakan yang meningkat ini menandakan arus balik sudah berjalan. Kami memastikan kesiapan layanan untuk mengantisipasi puncak,” ujarnya. Senin (23/3/2026).

Di lapangan, ASDP menerapkan skema pengendalian arus secara adaptif. General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan operasional tetap berjalan optimal.

Penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I hingga VIA dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni. Sementara kendaraan golongan IVB hingga VIB dialihkan melalui Pelabuhan BBJ. Adapun truk besar yang masih dalam masa pembatasan diarahkan untuk menunggu di buffer zone dan rest area guna menjaga kelancaran arus.

“Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti,” jelasnya.

Data Posko Bakauheni mencatat, dalam 24 jam pada Hari H, total penumpang mencapai 51.751 orang—naik 30,5 persen dibanding tahun lalu. Sementara jumlah kendaraan mencapai 14.094 unit atau melonjak 45,3 persen.

Kenaikan paling tinggi terjadi pada sepeda motor dan kendaraan logistik. Bahkan, kendaraan logistik tercatat melonjak hingga 189,6 persen.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga Hari H, total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 480.613 orang, sementara kendaraan mencapai 102.031 unit.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.

“Pastikan sudah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Tidak ada penjualan tiket di lokasi,” tegasnya.

Sementara itu, Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya pengelolaan arus balik yang adaptif dan responsif terhadap kondisi lapangan.

Meski ASDP mengklaim layanan berjalan lancar dan terkendali, lonjakan trafik yang signifikan tetap menjadi tantangan di lapangan. Arus balik belum mencapai puncak, namun ujian sesungguhnya ada di hari-hari mendatang.