JAKARTA — Sorotan tajam datang dari DPR RI terkait kondisi pariwisata domestik yang dinilai masih tertinggal akibat persoalan klasik: aksesibilitas yang buruk.

Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza, mengungkapkan bahwa sebagian besar destinasi wisata di Indonesia masih menghadapi kendala serius, mulai dari kondisi jalan yang rusak hingga minimnya rambu petunjuk arah.

“Ini selalu terjadi. Hampir di seluruh destinasi wisata, akses menuju lokasi masih belum mendukung, baik dari kondisi jalan maupun rambu petunjuk,” ujar Rycko dalam rapat kerja bersama Menteri Pariwisata di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar teknis, tetapi menjadi hambatan utama dalam mengembangkan potensi wisata domestik yang seharusnya bisa menjadi penopang ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global.

Rycko menegaskan, pemerintah perlu mengalihkan fokus dengan memperkuat pasar wisata domestik, bukan hanya bergantung pada wisatawan mancanegara. Namun, hal itu tidak akan optimal tanpa perbaikan infrastruktur dasar.

Ia juga mengapresiasi langkah Kementerian Pariwisata yang mulai aktif turun ke daerah, termasuk kunjungan Wakil Menteri ke sejumlah wilayah seperti Lampung. Meski demikian, ia menilai upaya tersebut belum cukup jika tidak diikuti pembenahan akses dan pengembangan potensi lokal secara menyeluruh.

“Tidak hanya budaya, tapi potensi wisata daerah—terutama yang dekat dengan ibu kota—harus dikembangkan serius,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pembenahan akses bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak jika Indonesia ingin bersaing dan mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.