CILEGON – Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Kota Cilegon tak ingin hanya menjadi lokasi seremonial. Kota industri itu justru mengambil langkah lebih berani dengan meneguhkan diri sebagai kota kelahiran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melalui pembangunan Monumen Pers Siber pertama di Banten.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, secara terbuka menyampaikan bahwa monumen ini bukan proyek biasa, melainkan pernyataan tegas bahwa sejarah pers digital Indonesia berakar dari Cilegon.

“Kami mengapresiasi kick off HPN 2026 di Banten. Cilegon siap berkontribusi sekaligus menegaskan kembali sejarah lahirnya SMSI,” ujar Robinsar usai bertemu SMSI Cilegon di Monumen Geger Cilegon, Selasa (2/12/2025).

Robinsar menekankan, pembangunan monumen ini bertujuan mengabadikan fakta bahwa SMSI adalah organisasi pemilik media siber terbesar di Indonesia yang lahir di Cilegon. Menurutnya, sejarah tidak boleh dikaburkan atau diklaim pihak lain.

“Monumen ini akan menjadi pengingat, bahwa Cilegon pernah dan akan terus menjadi bagian penting sejarah pers siber nasional,” tegasnya.

Pemkot Cilegon tengah menjajaki lokasi paling representatif, termasuk Alun-Alun Atudan/Inpres, agar monumen tersebut tampil sebagai ikon resmi kota, bukan sekadar ornamen.

Dalam pernyataannya, Robinsar juga menembus inti persoalan: peran media, khususnya media siber, tidak boleh direduksi hanya sebagai penyampai informasi.

“Media siber adalah mitra pembangunan sekaligus penjaga ruang publik. Kita butuh informasi yang akurat, kritis, dan jujur. Itulah kenapa monumen ini penting—sebagai pengingat peran pers yang tidak boleh dilemahkan,” katanya.

Ia memastikan dukungan penuh Pemkot Cilegon untuk seluruh rangkaian HPN 2026 di Banten, sambil menegaskan bahwa langkah monumental ini adalah cara Cilegon menunjukkan identitas barunya: bukan hanya Kota Baja, tetapi juga Kota Pelopor Pers Siber Nasional.