Denpasar – Suasana hangat terasa di Markas Yonif 900/Satya Bhakti Wirottama (Yonif 900/SBW) hari ini. Bukan sekadar kunjungan biasa, Komandan Batalyon Letkol Inf Ari Murwanto menerima tim dari Persatin Ranger untuk membahas persiapan Bali Sustainability Project II. Hasilnya? Sebuah kolaborasi strategis antara unsur pertahanan dan pegiat konservasi yang siap diwujudkan dalam aksi nyata.
Pertemuan yang berlangsung Jumat (6/3) ini dihadiri langsung Chief Patron Persatin Wanda Syahputra dan Chief Ranger Officer Henny Paula Sitohang. Dari pihak Yonif 900/SBW, Danyon didampingi Perwira Seksi Operasi Kapten Sumando Roma Natama Malau.
Yang menarik, kolaborasi ini tidak hanya sekadar kerja sama ceremonial. Kedua belah pihak sepakat untuk menggelar Bali Sustainability Project II dengan tema yang cukup menggoda: “Penguatan Konservasi sebagai Pilar Ketahanan Nasional di Era Modern.” Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Markas Kompi A Yonif 900/SBW.

Letkol Inf Ari Murwanto mengaku antusias dengan inisiatif ini. Menurutnya, apa yang ditawarkan Persatin Ranger sejalan dengan tugas TNI dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Kami menyambut positif sekali gagasan kolaborasi ini. Buat kami, konservasi lingkungan itu bukan urusan ‘hijau-hijauan’ semata, tapi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas wilayah dan ketahanan nasional. Yonif 900/SBW siap mendukung penuh dan turun tangan langsung dalam kegiatan yang memberi dampak nyata bagi lingkungan,” ujar Danyon dengan semangat.
Ia menambahkan, pihaknya terbuka untuk bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam program-program pelestarian lingkungan.
Wanda Syahputra, Chief Patron Persatin, mengapresiasi sambutan hangat dari Yonif 900/SBW. Menurutnya, dukungan dari unsur TNI menjadi pengungkit yang kuat bagi gerakan konservasi.
“Kami senang sekali disambut dengan terbuka. Persatin percaya, urusan konservasi lingkungan itu gak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi: TNI, pemerintah, komunitas, akademisi, dan masyarakat. Nah, di sinilah pentingnya kolaborasi,” jelas Wanda.
Ia menegaskan, Bali Sustainability Project II memang dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor, sekaligus mengedukasi bahwa melindungi lingkungan itu bagian dari kepentingan strategis bangsa.

Henny Paula Sitohang, Chief Ranger Officer Persatin, membeberkan bahwa kegiatan ini dirancang serius, bukan sekadar kumpul-kumpul lalu bubar.
“Kami ingin kegiatannya berdampak. Ada edukasi konservasi, gerakan tanam pohon, pelatihan pembibitan dari limbah organik, hingga deklarasi ketahanan konservasi. Yang menarik, kami juga libatkan anak-anak disabilitas dalam program edukasi. Semua harus kebagian peran,” terang Henny.
Selain itu, akan ada Seminar Strategis Konservasi, Edu-Expo, hingga demonstrasi Unit K9 yang diharapkan bisa menarik minat masyarakat luas.
Salah satu poin yang jadi perbincangan hangat dalam pertemuan adalah rencana pengembangan Unit K9 Yonif 900/SBW. Bukan cuma untuk keperluan militer, anjing-anjing pintar ini nantinya diharapkan bisa membantu operasi konservasi.
Mulai dari penelusuran aktivitas perburuan liar, pelacakan jaringan perdagangan satwa ilegal, hingga pengamanan kawasan konservasi dan taman nasional. “Ini keren, unit K9 bisa jadi ujung tombak perlindungan satwa. Kita sinergikan dengan BKSDA dan komunitas konservasi,” tambah Henny.
Kegiatan ini sengaja digelar bertepatan dengan Peringatan Hari Strategi Konservasi Sedunia, sekaligus masuk dalam rangkaian menuju HUT Batalyon Infanteri 900/SBW. Dua momen ini diharapkan bisa menguatkan pesan bahwa menjaga lingkungan itu tanggung jawab bersama, termasuk institusi pertahanan.
Komandan Yonif 900/SBW juga menyebut pihaknya masih menunggu koordinasi lanjutan dengan Kodam IX/Udayana untuk memastikan dukungan lintas institusi berjalan lancar.
Yang tak kalah penting, pertemuan ini juga menyepakati bahwa Bali Sustainability Project II tidak akan berhenti sebagai acara satu kali. Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus melibatkan banyak pihak.
“Kami ingin ini jadi model kolaborasi ideal antara sektor pertahanan, konservasi, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Karena pada akhirnya, menjaga kelestarian lingkungan itu bukan hanya soal pohon dan satwa, tapi bagian dari menjaga Indonesia,” pungkas Wanda.
Dengan semangat kolaborasi yang menguat, Bali Sustainability Project II diharapkan bisa menjadi langkah nyata membangun kesadaran kolektif bahwa konservasi lingkungan adalah bagian integral dari ketahanan nasional. Bukan sekadar wacana, tapi aksi di lapangan.
