SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Tim Penyaringan Calon Tuan Rumah PON XXIII 2032 dari KONI Pusat di Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu (8/4/2026) kemarin.

Kunjungan ini menjadi bagian dari proses penilaian kesiapan Provinsi Banten yang berkolaborasi dengan Lampung sebagai calon tuan rumah ajang olahraga nasional tersebut.

Di balik ambisi menjadi tuan rumah, tersimpan agenda besar: percepatan pembangunan infrastruktur dan dorongan ekonomi daerah. Andra Soni menegaskan, PON bukan sekadar event olahraga, melainkan momentum strategis pembangunan.

“Menjadi tuan rumah PON akan mendorong pembangunan sarana olahraga, jalan, dan infrastruktur penunjang lainnya yang berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Pemprov Banten bahkan telah menyiapkan rencana pengembangan sport center besar yang mencakup berbagai venue, mulai dari akuatik, tenis, hingga fasilitas bela diri.

Selain infrastruktur, dampak jangka panjang juga dibidik melalui peningkatan prestasi atlet daerah. Dengan fasilitas memadai, pembinaan atlet dinilai bisa berjalan lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Tim Penyaringan, Suwarno, menyatakan pihaknya telah menerima data awal terkait kesiapan venue, akomodasi, hingga sarana kesehatan.

“Selanjutnya akan kami verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kesiapan riil,” katanya.

Hasil visitasi ini akan menjadi bahan penting dalam Rapat Kerja Nasional KONI pada akhir Mei, sebelum diajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk penetapan resmi tuan rumah.

Dengan waktu persiapan sekitar enam tahun, peluang Banten-Lampung terbuka lebar, namun persaingan dipastikan ketat.

PON 2032 kini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang siapa yang paling siap memanfaatkan momentum untuk lonjakan pembangunan daerah.