SERANG — Lima hari sudah operasi pencarian korban hilang di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda, berlangsung. Namun hingga Sabtu (12/9/2026), keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang belum juga ditemukan.

Upaya pencarian pun terus diperluas. Titik-titik penyisiran ditambah, personel diperbanyak, sementara sejumlah kapal dan helikopter dikerahkan untuk menyisir kawasan perairan Selat Sunda.

Di tengah operasi yang berpacu dengan waktu tersebut, ada sosok yang hampir setiap hari terlihat berada di pusat pengendalian pencarian. Dia adalah Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki.

Bagi Hengki, operasi pencarian bukan semata tugas yang harus diselesaikan melalui laporan dan koordinasi di atas meja. Selama berjam-jam setiap hari, ia berada di lokasi posko operasi, memantau perkembangan pencarian, berkoordinasi dengan tim gabungan, sekaligus memastikan setiap upaya dilakukan secara maksimal.

Sekitar delapan jam sehari, perhatian Hengki tersita untuk operasi tersebut. Waktu seolah dipusatkan pada satu tujuan: menemukan mereka yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Bagi keluarga korban, lima hari bukan sekadar hitungan waktu. Setiap jam adalah penantian. Setiap kabar dari tim pencarian menjadi harapan. Di tengah ketidakpastian itu, kehadiran pimpinan kepolisian di lokasi operasi menjadi bagian dari upaya menjaga semangat para petugas sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga korban.

Hengki sebelumnya juga menyempatkan diri menemui dan memberikan semangat kepada keluarga korban. Ia meminta keluarga tetap kuat menghadapi situasi yang tidak mudah tersebut.

Di sisi lain, kepada personel gabungan yang berada di lapangan, operasi terus didorong agar dilakukan secara maksimal dengan memperluas wilayah pencarian dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Lima hari berada di tengah dinamika operasi pencarian membuat sosok Hengki tidak hanya terlihat sebagai seorang pejabat yang memberikan instruksi.

Ia hadir di lapangan, mengikuti perkembangan pencarian dari waktu ke waktu dan terus berkoordinasi dengan unsur yang terlibat.

Ada tanggung jawab sebagai pemimpin kepolisian yang melekat di pundaknya. Namun di balik seragam dan jabatan itu, operasi pencarian ini juga memperlihatkan sisi manusiawi seorang pemimpin yang berhadapan langsung dengan keluarga yang sedang menunggu kepastian.

Laut Selat Sunda masih menyimpan misteri. Sementara waktu terus berjalan, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal masih berlanjut.

Bagi tim gabungan, pencarian belum selesai. Dan bagi keluarga yang menunggu, satu hal masih menjadi harapan terbesar: kabar tentang orang-orang yang mereka cintai.