KAB. BANDUNG – Guna menjamin keamanan dan ketertiban selama perayaan hari raya Natal, Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan kunjungan pemantauan langsung ke sejumlah titik peribadatan di wilayah Kabupaten Bandung, Kamis (25/12/2025). Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan ibadah berjalan dengan khidmat, aman, dan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dadang menyampaikan apresiasi dan pesan toleransi kepada seluruh masyarakat. “Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah untuk melindungi setiap warga, khususnya umat Kristiani yang sedang menjalankan ibadah Natal. Mari kita jaga bersama semangat kebersamaan dan kerukunan yang telah menjadi fondasi kehidupan di Kabupaten Bandung,” tutur Dadang Supriatna di sela-sela pemantauan.
Operasi pengamanan menyeluruh dalam rangkaian periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 ini mengusung sandi Operasi Lilin 2025. Menurut Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, operasi tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi terpadu antar-unsur keamanan, termasuk TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. “Kami telah menyusun skenario dan mengidentifikasi titik-titik rawan. Fokus utama ada pada pengamanan 61 gereja yang menjadi tempat perayaan ibadah Natal di seluruh Kabupaten Bandung,” ujar Aldi Subartono.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, pihaknya telah mengerahkan sebanyak 1.303 personel gabungan yang terdiri dari anggota TNI, Polri, dan elemen pendukung lain. Personel tersebut telah disiagakan dan disebar di lokasi-lokasi strategis, termasuk tempat ibadah, pusat keramaian, serta jalur transportasi utama. Selain melakukan pengawalan statis dan dinamis, mereka juga bertugas mengatur lalu lintas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta pelanggaran ketertiban.
Selain aspek keamanan, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan dari sisi pelayanan publik dan penanganan kesehatan. Posko-posko terpadu telah dibentuk untuk memantau situasi secara real-time dan memberikan respons cepat jika dibutuhkan.
Dengan langkah-langkah antisipatif dan pengawalan langsung ini, seluruh umat Kristiani di Kabupaten Bandung diharapkan dapat merayakan Natal dengan tenang dan penuh sukacita, sementara harmoni sosial di masyarakat tetap terjaga.
