Untuk mengantisipasi ke depan, Ratu Zakiyah menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar terus melakukan mitigasi di wilayah-wilayah yang rawan banjir.

“Kita harus mengecek semua lokasi. Di wilayah Padarincang ini ternyata terdapat beberapa titik dengan potensi banjir,” terangnya.

Selain itu, Ratu Zakiyah juga meminta Kalaksa BPBD, Kepala Dinsos, serta Plt Kepala DPUPR untuk terus mengawal proses normalisasi sungai sebagai langkah meminimalisir risiko banjir.

“Harapannya, ketika banjir terjadi, air tidak terus menggenangi wilayah rawan, tetapi bisa cepat surut,” tegasnya.

Terkait rencana relokasi warga, Ratu Zakiyah menyatakan akan membahasnya secara lebih komprehensif bersama Pemerintah Provinsi Banten, mengingat jumlah warga terdampak cukup banyak.

“Relokasi ini tidak bisa dilakukan sendiri. Harus dibicarakan bersama Pemprov Banten,” jelasnya.

Adapun bantuan yang diberikan kepada keluarga korban berupa sembako dan santunan. Ia juga memastikan bantuan lanjutan akan diberikan.

“Insya Allah pada hari ketiga dan hari ketujuh kami juga akan membantu. Mohon doanya untuk kita semua,” tuturnya.

Sebagai informasi, banjir kembali melanda Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, pada Minggu malam (28/12/2025) akibat meluapnya Sungai Cikalumpang.

Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhonny E. Wangga, mengatakan banjir tersebut menyebabkan satu korban jiwa, yakni Marto (60). Korban diketahui tengah menderita stroke dan saat kejadian berada seorang diri di rumah, sementara anggota keluarga lainnya sedang keluar.