BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengapresiasi dan mendukung penuh penyelenggaraan InclusiFEST 2025, festival kolaborasi nasional yang menandai empat tahun perjalanan Dilans Indonesia dalam memperjuangkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Acara yang berlangsung Sabtu (13/12/2025) ini menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat gerakan inklusi di Indonesia, khususnya di Kota Bandung.
Dalam forum strategis tersebut, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos) Kota Bandung menerima penghargaan atas kontribusinya dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk perlindungan kelompok rentan, terutama disabilitas dan lansia.
Farhan Helmy, Presiden Dilans Indonesia, menegaskan bahwa membangun ekosistem inklusif memerlukan langkah berkelanjutan. “Ini bukan sekadar literasi atau kampanye sesaat. Kami bergerak dengan mendengar, memahami, dan mengajak semua pihak. Isu kesetaraan gender, disabilitas, lansia, hingga keberlanjutan dan krisis iklim adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam napas perubahan,” tegas Farhan.
Sejak digulirkan tahun 2022, InclusiFEST telah menjadi ruang temu pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan, memberikan apresiasi, dan merajut kolaborasi guna mendorong Indonesia yang lebih inklusif.
Edward Parlindungan, Kabid Data dan Informasi Dinsos Kota Bandung, menyatakan komitmen berkelanjutan Pemkot Bandung. “Kami akan terus bersinergi dengan Dilans Indonesia agar setiap warga, tanpa kecuali, memperoleh hak untuk didengar dan dilayani dengan layak,” ujarnya.
Edward menambahkan, jalan menuju Bandung sebagai kota inklusif tidak berhenti pada infrastruktur atau teknologi semata. “Kunci utamanya adalah transformasi pola pikir masyarakat. Disabilitas bukanlah keterbatasan, melainkan persoalan perspektif. Melalui pelatihan dan literasi digital, Dilans telah mendorong banyak terobosan. Kita telah menyaksikan langsung karya dan inovasi luar biasa dari penyandang disabilitas yang membuktikan mereka adalah sumber kreativitas dan potensi,” paparnya.
Pemkot Bandung menegaskan kembali komitmennya untuk menciptakan lingkungan kota yang ramah, responsif, dan akomodatif terhadap kebutuhan setiap individu, mengukuhkan Bandung sebagai kota yang terus bergerak menuju inklusivitas nyata.
