Bandung, – Komisi III DPRD Kota Bandung mendorong pendekatan terpadu dalam pembangunan infrastruktur untuk mengatasi banjir dan genangan air. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) guna mengevaluasi program 2025 dan membahas rencana kerja 2026, Kamis (15/1).
Ketua Komisi III Agus Hermawan menegaskan, pembangunan jalan, trotoar, dan drainase harus terintegrasi. “Tidak bisa egosentris dalam satu bidang. Kalau tidak, pembangunan menjadi tidak efektif dan efisien, apalagi dalam kondisi anggaran yang harus lebih hemat,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa banyak kerusakan jalan disebabkan oleh drainase yang buruk. “Kalau air hujan masuk ke drainase dengan baik, kerusakan jalan tidak akan separah sekarang. Karena itu, sebelum memperbaiki jalan, benahi dulu drainasenya,” tambah Agus.
Sorotan pada Perencanaan dan Pengawasan
Wakil Ketua Komisi III, Agus Andi Setyawan, menekankan pentingnya kesesuaian program DSDABM dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga 2029. “Milestone pembangunan harus jelas per tahun. Semua harus sesuai RPJMD dan regulasi,” katanya. Ia juga meminta data dan peta kondisi infrastruktur yang menyeluruh untuk memastikan pembangunan tepat sasaran.
Sekretaris Komisi III, H. Sutaya, mengkritik lemahnya perencanaan pada sejumlah proyek, seperti pembangunan kolam retensi yang anggarannya besar namun belum optimal manfaatnya. “Perencanaan harus matang. Faktanya, hingga sekarang banjir masih terjadi di sekitar lokasi,” ujarnya. Ia menegaskan fungsi pengawasan Komisi III untuk memastikan anggaran memberikan manfaat nyata.
Pengelolaan Air dan Infrastruktur Pendukung
Agus Hermawan juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung seperti lubang kontrol di jalan dan trotoar, serta pengelolaan sumber daya air. Ia menilai kolam retensi dapat menjadi solusi banjir sekaligus cadangan air jika dikelola optimal, terutama dengan pesatnya pembangunan hotel dan kawasan komersial yang mempengaruhi air tanah.
Rapat dihadiri seluruh anggota Komisi III, antara lain Aan Andi Purnama, Iqbal Mohamad Usman, Nina Fitriana Sutadi, Nunung Nurasiah, dan Yoel Yosaphat. Komisi III berharap kerja sama dengan DSDABM dapat menghasilkan perencanaan yang holistik untuk mengatasi masalah infrastruktur dan banjir secara berkelanjutan.
