“Kita ingin kawasan ini tidak hanya tertata, tetapi juga produktif dan mampu memberikan kepastian penghasilan bagi nelayan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan, perumahan nelayan ini sangat penting. “Selama ini banyak yang belum tertata dengan baik, bahkan terkesan kumuh. Alhamdulillah, di sini sudah mulai dilakukan penataan melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujar Dimyati Natakusumah.
Ia menilai, program penataan kawasan nelayan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, koperasi, masyarakat, serta mitra pembangunan lainnya.
Dimyati juga menyoroti skema pembiayaan yang dinilai berpihak kepada masyarakat, di mana akses kredit diberikan langsung kepada nelayan untuk mendukung kepemilikan hunian.
“Tadi kami mendapat informasi bahwa pembiayaan dilakukan melalui skema kredit yang langsung menyasar nelayan,” katanya.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu dilengkapi guna menunjang produktivitas nelayan, seperti fasilitas penyimpanan ikan (cold storage), ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), serta peningkatan infrastruktur kawasan.
“Kami berharap ke depan infrastruktur di wilayah ini semakin baik dan mampu mendukung aktivitas nelayan secara optimal,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Mochammad Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa penataan kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Habitat for Humanity, koperasi, dan masyarakat.
Ia menyebut total anggaran yang digunakan dalam penataan kawasan mencapai sekitar Rp13 miliar yang bersumber dari berbagai pihak.
“Kawasan ini sebelumnya tidak tertata, kemudian dibangun bersama melalui kolaborasi. Habitat membangun 110 unit rumah, sementara Pemkab Tangerang menyiapkan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih, sanitasi, hingga fasilitas umum,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga memfasilitasi skema kepemilikan rumah melalui koperasi agar masyarakat dapat mencicil dengan lebih ringan.
“Kami juga terus melengkapi fasilitas pendukung, termasuk rencana pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan, agar kawasan nelayan ini semakin layak dan sejahtera,” pungkasnya.
