KOTA BANDUNG – Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa kepala sekolah harus memiliki inisiatif tinggi dalam mengembangkan pendidikan vokasi. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Bandung pada hari Kamis 4 Desember 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Muhaimin menyatakan bahwa kepala sekolah, khususnya di lingkungan SMK, tidak boleh hanya menunggu arahan atau program dari pemerintah pusat maupun daerah. Mereka dituntut untuk proaktif dalam menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) guna menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

“Jangan hanya menunggu menteri atau instruksi dari atas. Kepala SMK harus punya inisiatif untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor industri. Perkembangan teknologi dan tuntutan pasar kerja sudah berjalan sangat cepat dan meluas di berbagai wilayah,” ujar Muhaimin di hadapan para guru dan tenaga kependidikan.

Menurutnya, selain mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah, sekolah juga harus mampu bergerak mandiri dalam menyiapkan kompetensi siswa. Salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah kemampuan bahasa asing, yang menjadi kunci dalam menghadapi persaingan global.

“Sekolah harus mampu menangani tantangan ini, termasuk dengan mempersiapkan keterampilan yang dibutuhkan sejak dini, baik kompetensi keahlian teknis maupun penguasaan bahasa. Kepala sekolah dan guru harus terus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang responsif,” ajaknya.

Lebih lanjut, Muhaimin mendorong agar sekolah dapat mengarahkan tujuan karir lulusan SMK sejak awal masa pendidikan. “Siswa yang baru diterima di kelas X harus segera mulai melakukan penelusuran bakat dan minat. Misalnya, jika seorang siswa bercita-cita bekerja di luar negeri, maka persiapan seperti penguatan bahasa dan pemahaman budaya harus difokuskan sejak dini,” jelasnya.

Dalam kunjungannya, Muhaimin juga meninjau berbagai ruang praktik kompetensi keahlian di SMKN 1 Bandung, seperti jurusan teknik mesin, elektronika, dan teknologi informasi. Ia mengapresiasi kelengkapan fasilitas serta penerapan model pembelajaran vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

“Saya senang melihat praktik-praktik pembelajaran yang sudah diterapkan di SMKN 1 Bandung. Fasilitas yang ada cukup memadai dan diharapkan dapat terus dikembangkan agar siswa semakin siap memasuki dunia kerja,” tutup Muhaimin.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi di Indonesia, sekaligus mendorong peran aktif sekolah dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.