Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui pelatihan vokasi bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), khususnya bagi masyarakat pada kelompok ekonomi terbawah (desil 1 dan 2). Selain itu, pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, serta standardisasi produk juga diberikan guna meningkatkan daya saing.

Pemerintah juga memperkuat akses informasi pasar kerja melalui aplikasi SiGajah, serta memberikan perhatian kepada kelompok rentan melalui program pemberdayaan dan layanan bagi penyandang disabilitas. Upaya perlindungan tenaga kerja turut dilakukan melalui sosialisasi pembatasan pengiriman pekerja migran perempuan non-skill.

Seluruh program tersebut didukung dengan fasilitasi bantuan permodalan guna mendorong pertumbuhan usaha baru dan penciptaan lapangan kerja di masyarakat.

Marindo menegaskan bahwa penurunan tingkat pengangguran membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan dunia usaha dan masyarakat.

Sebagai bagian dari inovasi daerah, Pemprov Lampung juga mengembangkan program “Desaku Maju” yang berfokus pada pembangunan berbasis desa untuk meningkatkan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ekonomi lokal.

Dengan berbagai strategi yang terus diperkuat, Pemprov Lampung optimistis upaya penurunan pengangguran dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.