Ia juga mengingatkan bahwa masa depan Indonesia dan masa depan gereja ada di tangan para pemuda hari ini. Dengan semangat pluralisme dan komitmen kasih, Hana meyakini generasi muda mampu menjadi pelita di tengah tantangan zaman
Acara ini menghadirkan pembicara internasional, Dr. Akintayo Emmanuel dari God’s Remnant Assembly, Amerika Serikat. Dalam pesannya, Dr. Emmanuel mendorong pemuda untuk menjadi pencetus perubahan yang positif dan solutif.
“Be a generation of answer, not confusion (Jadilah generasi yang memberikan jawaban, bukan kebingungan),” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Dr. Emmanuel menyebutkan bahwa perdamaian datang dari keputusan sadar untuk bersatu dan menghargai perbedaan. Pemuda harus diberdayakan secara spiritual, intelektual, dan sosial untuk menghadapi tantangan global.
Ibadah akbar ini berlangsung khidmat, diisi dengan pujian, penyalaan lilin perdamaian, serta deklarasi komitmen pemuda lintas gereja untuk menjadi pelopor kerukunan dan persatuan. Acara ditutup dengan doa bersama dan pelukan damai antar perwakilan lintas denominasi. (*)
