Flores, Nusa Tenggara Timur — TNI terus memperkuat penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Hingga Sabtu malam, 15 Agustus 2026, sebanyak 1.892 personel TNI telah dikerahkan ke wilayah terdampak.
Personel tersebut berasal dari Kodam IX/Udayana dan Kodaeral VII Kupang.
TNI mengerahkan personel untuk mendukung pencarian korban, evakuasi, perawatan, hingga penanganan kerusakan akibat gempa.
Data sementara mencatat 38 orang meninggal dunia dan 23 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Personel TNI bekerja bersama Basarnas, BPBD, instansi terkait, serta masyarakat dalam menangani kondisi di lapangan.
Selain mengerahkan personel, TNI juga menyiapkan berbagai perlengkapan untuk mendukung operasi penanganan bencana.
Dukungan tersebut meliputi 75 unit kendaraan, tujuh tenda lapangan, dan 40 velbed.
TNI Angkatan Laut juga menyiapkan satu unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda.
Helikopter tersebut akan mendukung mobilitas personel dan distribusi bantuan di wilayah Flores yang terdampak gempa.
Pengerahan personel dan alat utama sistem persenjataan itu menunjukkan respons cepat TNI dalam membantu masyarakat menghadapi bencana.
TNI bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan secara terpadu di sejumlah lokasi terdampak.
Fokus utama penanganan meliputi pencarian dan evakuasi korban, perawatan korban luka, serta dukungan terhadap masyarakat terdampak.
Selain itu, unsur TNI turut mendukung proses pemulihan kondisi masyarakat dan wilayah yang mengalami kerusakan.
Puspen TNI menegaskan, seluruh unsur akan terus memperkuat koordinasi selama proses penanganan bencana berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat tertangani secara cepat dan terkoordinasi.
