SUKABUMI – Di tengah laju modernisasi yang cepat dan derasnya produk industri massal, Kampung Kararangge Lio di Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, tetap memelihara satu tradisi luhur yaitu kerajinan gerabah. Di bawah kepemimpinan Saepul Bazari, tradisi ini tak hanya bertahan, tapi terus berkembang dan mengukir eksistensinya di kancah lokal maupun nasional.

Saepul Bazari adalah figur sentral yang menjaga nyala semangat kerajinan gerabah di kampungnya. Sejak lama, ia konsisten memimpin dan membina para pengrajin dalam mengolah tanah liat lokal menjadi karya seni bernilai tinggi. Dari tangannya dan para perajin lainnya lahir berbagai produk khas gerabah yang tak hanya fungsional, tetapi juga estetis.

Dari kendi tradisional, vas bunga bernuansa artistik, celengan dan asbak dengan bentuk unik, hingga anglo dan parukuyan yang digunakan dalam berbagai upacara adat, semuanya dibuat secara manual dengan sentuhan khas lokal. Tak hanya memproduksi barang standar, para pengrajin Kararangge Lio juga piawai membuat gerabah sesuai pesanan khusus, menyesuaikan desain dan ukuran sesuai permintaan konsumen.

“Kami ingin gerabah ini tidak sekadar dipajang atau disimpan, tapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Itulah kenapa kami terus berinovasi dalam bentuk dan fungsi, tapi tetap menjaga ruh tradisinya,” kata Saepul Bazari. Kamis (10/4/2025).

Gerabah Kararangge Lio kini tak hanya jadi simbol budaya, tapi juga penggerak ekonomi warga setempat. Para pengrajin mendapat penghasilan dari karya mereka, dan daerah ini mulai dilirik sebagai destinasi wisata budaya. Produk gerabahnya bahkan mulai merambah pasar online dan berbagai pameran kerajinan di luar daerah.

Saepul berharap dukungan dari pemerintah dan stakeholder lain terus mengalir, baik dalam bentuk pelatihan, promosi, hingga perluasan jaringan pemasaran agar kerajinan ini bisa semakin berkembang dan dikenal luas.

“Gerabah adalah identitas kami,” tegasnya. “Dan kami ingin identitas itu tetap hidup, diwariskan, dan dibanggakan.”

Dengan semangat yang tak pernah padam, kerajinan gerabah Kararangge Lio terus menunjukkan bahwa warisan budaya tak akan punah, selama ada tangan-tangan yang setia menempa dan hati-hati yang mencintainya.