RANGKASBITUNG, BANTEN — Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menggelar tradisi tahunan Seba Baduy 2025, yang tahun ini mengusung tema “Ngajaga Tradisi, Ngaraksa Harmoni Pikeun Indonesia Maju”.
Kegiatan ini masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mendongkrak pariwisata nasional.
Seba Baduy adalah tradisi sakral masyarakat adat Baduy sebagai bentuk penghormatan kepada pemerintah dan ungkapan syukur atas hasil bumi. Dalam prosesi ini, warga Baduy berjalan kaki dari Kanekes menuju pusat pemerintahan di Rangkasbitung dan Serang untuk menyerahkan hasil bumi secara simbolis kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten.
Kegiatan ini telah berlangsung selama empat hari, mulai 1–4 Mei 2025, dengan lokasi utama di Pendopo Bupati Lebak dan Alun-alun Rangkasbitung, Provinsi Banten.
Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin, S.Hut, M.Si, menyampaikan bahwa Seba Baduy bukan sekadar ritual adat, tetapi juga bentuk diplomasi budaya dan pelestarian kearifan lokal. “Kami ingin mengangkat nilai-nilai ketulusan dan kesederhanaan masyarakat Baduy agar dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujar Imam dalam keterangan tertulis pada Jumat, (9/5/2025).
Seba Baduy tahun ini disemarakkan dengan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya camping ground “Di Baduy Aja”, talkshow budaya, pagelaran musik tradisional, pameran ekonomi kreatif, serta Milangkala ke-5 Paguyuban Sumedang Larang Banten.
Acara ini juga, lanjut Imam Rismahayadin, dihadiri sejumlah tokoh adat, pejabat pemerintah, seniman, serta duta besar negara sahabat. Kehadiran para duta besar diharapkan membuka peluang kerja sama di bidang budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Seba Baduy 2025 bukan hanya seremoni, tetapi momentum penting untuk mempererat diplomasi budaya dan mempromosikan warisan leluhur kepada dunia,” tambahnya.
Selain Seba Baduy, Kabupaten Lebak juga mencatatkan satu lagi event dalam KEN 2025, yaitu Seren Taun Cisungsang. “Kedua kegiatan budaya ini merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam mempromosikan pariwisata berbasis budaya,” ungkap Imam.
Sekedar diketahui, promosi Seba Baduy 2025 telah gencar dilakukan, baik melalui media digital, cetak, hingga kolaborasi dengan influencer dan kanal resmi pemerintah pusat. Event ini menargetkan 35.000–50.000 pengunjung, dengan tetap menerapkan pembatasan kerumunan sesuai protokol dan koordinasi lintas instansi.
Informasi lengkap seputar event ini dapat diakses melalui akun Instagram resmi @disbudparlebak dan @infosebabaduy.
