Pesawaran, Lampung — Prajurit Korps Marinir TNI AL bersama personel militer tiga negara mitra menggelar latihan menembak malam dalam Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026.

Latihan berlangsung di Batalyon Infanteri 9 Marinir, Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Kamis (4/9/2026).

Latihan tersebut melibatkan Marinir Indonesia, United States Marine Corps (USMC), Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) Jepang, dan Republic of Korea Marine Corps.

Materi latihan mencakup night firing dan Scout Live Fire. Kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan tempur sekaligus memperkuat interoperabilitas antarnegara peserta.

Uji Kemampuan Tempur Malam

Dalam materi night firing, para prajurit berlatih menghadapi situasi pertempuran dengan kondisi minim cahaya.

Prajurit menguji kemampuan menggunakan Night Vision Goggles (NVG), menerapkan disiplin penggunaan cahaya, serta mempertahankan akurasi tembakan terhadap sasaran.

Latihan tersebut menuntut prajurit mampu beradaptasi dengan keterbatasan jarak pandang tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan ketepatan dalam pelaksanaan tugas.

Sementara itu, materi Scout Live Fire menguji kemampuan regu pengintai dalam menghadapi situasi medan operasi secara realistis.

Prajurit mempraktikkan infiltrasi tersembunyi atau scout stalking, navigasi darat, serta pengamatan medan.

Latihan juga menguji kecepatan reaksi, koordinasi antarprajurit, dan efektivitas komunikasi selama menjalankan tugas.

Perkuat Interoperabilitas

Keterlibatan empat negara dalam latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan operasi gabungan dan interoperabilitas pasukan.

Latgabma SGS 2026 tidak hanya menguji kemampuan teknis dan taktis prajurit, tetapi juga menyelaraskan prosedur serta pola kerja antarunsur militer negara peserta.

Melalui latihan bersama, setiap unsur memperoleh pengalaman dalam membangun koordinasi dan kesiapan menghadapi dinamika medan operasi.

Latgabma SGS 2026 menjadi salah satu wadah bagi TNI dan negara mitra untuk memperkuat profesionalisme prajurit, kerja sama pertahanan, serta kesiapan menghadapi tantangan keamanan kawasan.