JAKARTA – Persatuan Purnawirawan (PP) Polri menyampaikan tujuh pesan moral kepada Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto untuk memperkuat integritas, menjaga soliditas, dan memastikan penegakan hukum tanpa pandang bulu di lingkungan kepolisian.

Pesan tersebut muncul menyusul perkara dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal yang menyeret sejumlah oknum anggota Polri.

PP Polri menyampaikan sikap tersebut dalam audiensi bersama Kapolri di Lobby Utama Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Ketua Umum PP Polri Jenderal Polisi (Purn.) Bambang Hendarso Danuri, M.M., memimpin langsung rombongan purnawirawan dalam pertemuan tersebut.

Kapolri menerima rombongan bersama sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Pertemuan itu menjadi ruang komunikasi antara pimpinan Polri dan para senior purnawirawan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan apresiasi atas perhatian, dukungan, dan masukan para purnawirawan terhadap perjalanan institusi Polri.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan Ketua Umum PP Polri beserta pengurus. Beliau-beliau adalah para senior sekaligus orang tua kami,” ujar Kapolri.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut berlandaskan proses hukum, bukan persaingan maupun kepentingan tertentu di internal kepolisian.

“Kami ingin Polri tetap solid dan tetap menjadi sandaran masyarakat. Kami meyakinkan bahwa ini semua murni dalam bentuk penegakan hukum dan tidak ada kaitannya dengan persaingan atau apa pun,” tegasnya.

Menurut Kapolri, langkah penegakan hukum tersebut bertujuan menjaga kehormatan institusi sekaligus memastikan kepolisian menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Tujuh Pesan Moral untuk Seluruh Anggota Polri

Sementara itu, Bambang Hendarso Danuri mengungkapkan keprihatinan para purnawirawan atas perkara yang melibatkan sejumlah anggota kepolisian.

Namun, ia mengapresiasi langkah Kapolri yang mengambil tindakan hukum terhadap anggota yang diduga terlibat.

“Apa yang disampaikan Bapak Kapolri kepada kami bahwa ini bukan persaingan antara Kapolri dan mantan Kapolri. Ini murni ada peristiwa pidana yang dilakukan oleh oknum-oknum anggota Polri,” ungkap Bambang.

Selanjutnya, ia menyampaikan tujuh pesan moral sebagai bentuk kepedulian dan dukungan para senior terhadap institusi kepolisian.

Pertama, PP Polri menyampaikan keprihatinan mendalam atas perkara dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal yang menempatkan sejumlah perwira tinggi Polri sebagai tersangka.

Kedua, PP Polri mengingatkan seluruh anggota agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran dalam menjalankan amanah sebagai Bhayangkara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, PP Polri mendukung penegakan hukum terhadap anggota yang terlibat dengan mengedepankan prinsip equality before the law dan presumption of innocence.

Kedua prinsip tersebut menegaskan kesetaraan setiap orang di hadapan hukum dan perlindungan asas praduga tak bersalah.

Selain itu, PP Polri meminta seluruh proses berjalan profesional, akuntabel, dan transparan.

Keempat, PP Polri mendukung langkah Kapolri dalam menjaga soliditas seluruh anggota untuk menjalankan tugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum.

Kelima, PP Polri mengapresiasi upaya pimpinan kepolisian dalam memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan kementerian, lembaga, badan, serta instansi terkait.

Keenam, PP Polri menyampaikan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian terhadap Polri.

Dalam pesannya, PP Polri juga menyebut kepercayaan publik terhadap kepolisian mencapai 80 persen dan mengaitkannya dengan dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah.

Ketujuh, PP Polri mendukung kebijakan Kapolri melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat agar setiap anggota menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembenahan Internal dan Kepercayaan Masyarakat

Bambang menilai semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi salah satu perhatian penting dalam hubungan kepolisian dengan masyarakat.

Ia menegaskan dukungan purnawirawan terhadap kebijakan Kapolri yang mendorong kehadiran anggota Polri secara langsung di tengah kehidupan masyarakat.

“Ini merupakan sesuatu yang luar biasa yang dilakukan oleh Bapak Kapolri dan seluruh jajaran. Kami mendukung kebijakan Bapak Kapolri dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, PP Polri berharap pimpinan dan seluruh anggota menjadikan perkara tersebut sebagai momentum untuk memperkuat pembenahan internal.

Para purnawirawan juga berkomitmen memberikan dukungan moral serta masukan konstruktif bagi institusi kepolisian.

Di sisi lain, penegakan hukum harus tetap mengedepankan bukti, prosedur, transparansi, dan penghormatan terhadap hak setiap pihak.

Melalui tujuh pesan moral tersebut, PP Polri mendorong Polri menjaga integritas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Para purnawirawan berharap kepolisian terus menjaga soliditas organisasi tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas dalam menjalankan kewenangan.

Dengan demikian, semangat Polisi Bersama Masyarakat dapat terus mendorong pelayanan kepolisian yang profesional dan bertanggung jawab kepada bangsa dan negara.