MUARO JAMBI, Diksiber.id – PTPN IV PalmCo menggandeng IPB Training untuk meningkatkan kompetensi 211 petani sawit swadaya dari empat kabupaten di Provinsi Jambi melalui pelatihan budi daya, panen, dan pascapanen.
Pelatihan selama sepekan sejak 10 Oktober 2026 itu berlangsung di Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Lebar, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi. Program ini menyasar peningkatan produktivitas kebun, mutu tandan buah segar (TBS), serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar produktivitas kebun sendiri, tetapi juga mendorong kemajuan perkebunan rakyat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani.
“PTPN IV PalmCo tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas kebun perusahaan, tetapi juga berkomitmen mendukung kemajuan petani sawit rakyat. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kami ingin mendorong pekebun agar mampu menerapkan praktik budi daya yang baik, menghasilkan panen berkualitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” ujar Jatmiko.
Menurutnya, penguatan kapasitas petani menjadi bagian penting dalam membangun industri kelapa sawit yang inklusif. Karena itu, perusahaan mendorong kolaborasi antara pelaku industri, institusi pendidikan, dan pekebun agar petani mampu mengoptimalkan potensi perkebunan mereka.
Peserta pelatihan berasal dari Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Tebo, dan Merangin. Mereka mengikuti pembelajaran di kelas serta praktik lapangan untuk memperdalam pemahaman mengenai pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), teknik panen, dan penanganan pascapanen.
Perkuat Teknik Budi Daya dan Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan menjadi salah satu fokus utama pelatihan. Pada fase ini, petani perlu menerapkan perawatan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman sebelum memasuki masa produktif.
Materi pelatihan mencakup pemupukan, pengendalian gulma dan hama, serta perawatan tanaman. Melalui pemahaman tersebut, petani diharapkan mampu mengelola kebun secara lebih terarah, konsisten, dan efisien.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menilai peningkatan kompetensi petani swadaya berperan penting dalam memperkuat ekosistem industri kelapa sawit nasional.
“Pemberdayaan petani swadaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas dan kolaborasi. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang semakin baik, petani diharapkan mampu mengelola kebunnya secara lebih produktif, meningkatkan kualitas hasil panen, serta memperkuat daya saing dalam rantai nilai industri kelapa sawit,” kata Arya.
Ia menekankan pentingnya memperluas akses petani terhadap pengetahuan, pendampingan, dan kerja sama. Langkah tersebut diharapkan membantu pekebun meningkatkan kemampuan pengelolaan kebun sekaligus memperkuat nilai ekonomi hasil produksi.
Jatmiko menambahkan, PTPN IV PalmCo melalui Regional IV Jambi–Sumbar terus mendorong sinergi dengan petani sawit rakyat. Perusahaan berharap kerja sama tersebut memberikan manfaat nyata bagi pengembangan perkebunan rakyat dan perekonomian daerah.
Tingkatkan Mutu Panen dan Daya Saing Petani
Selain mempelajari teknik budi daya, peserta mengunjungi PKS Tanjung Lebar untuk mengenal proses pengolahan TBS menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Pengenalan tersebut membantu petani memahami hubungan antara ketepatan panen, kualitas bahan baku, dan proses pengolahan di pabrik. Pengetahuan ini penting karena tingkat kematangan buah, mutu TBS, dan ketepatan waktu pengangkutan turut memengaruhi kualitas hasil perkebunan.
Dengan memahami kebutuhan industri pengolahan, petani diharapkan mampu memperbaiki praktik panen dan pascapanen. Upaya tersebut juga dapat membantu menekan potensi kehilangan nilai ekonomi akibat penanganan hasil panen yang kurang tepat.
Lebih jauh, peningkatan keterampilan petani dapat mendukung penerapan praktik perkebunan yang baik dan berkelanjutan. Pemahaman mengenai budi daya, panen, dan pascapanen juga menjadi bekal bagi pekebun untuk mempersiapkan pemenuhan persyaratan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai bagian dari Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo terus mendorong penguatan industri kelapa sawit melalui peningkatan produktivitas, pengembangan kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pelatihan ini, perusahaan memperluas dukungan terhadap petani swadaya agar mereka semakin kompeten, mampu menjaga mutu hasil panen, dan meningkatkan daya saing perkebunan rakyat.
