“Biar para UMKM atau pelaku usaha baik kopi maupun batik bisa mengikuti cara ekspor atau seperti apa bisa ekspor produk-produk UMKM bisa mengikuti perusahaan-perusahaan yang sudah ekspor,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Serang memiliki potensi ekspor dari berbagai sektor. Salah satu perusahaan, misalnya, mengekspor sedotan plastik ke China dan Taiwan sebanyak 15 kontainer per bulan. Selain itu, terdapat perusahaan keramik yang mengekspor produk ke Taiwan dan Abu Dhabi, serta perusahaan sepeda yang beroperasi di kawasan Modern Cikande.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 69 perusahaan eksportir diundang. Pemkab Serang juga menyerahkan bantuan gerobak kopi secara simbolis kepada lima barista yang telah mengikuti pelatihan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang.
Bagi pelaku UMKM, dukungan pemasaran, pendampingan, dan fasilitas usaha menjadi langkah penting untuk mengembangkan produk. Harapannya, batik Kaserangan dan kopi Kabupaten Serang tidak hanya dikenal sebagai produk daerah, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan memperkuat ekonomi keluarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala OPD, camat, serta perwakilan perusahaan di Kabupaten Serang.
