SERANG – Sebanyak 393 jamaah haji Kloter 37 asal Kabupaten Serang, bersiap memulai perjalanan spiritual mereka menuju Tanah Suci. Suasana penuh harapan dan isak tangis dari keluarga pengantar menjadi latar keberangkatan mereka yang menorehkan momen tak terlupakan.
Keberangkatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Bagi para calon haji, ini adalah panggilan jiwa, rindu yang terjawab setelah menanti bertahun-tahun. Di antara mereka, ada yang masih belia berusia 18 tahun, dan ada pula sosok sepuh berusia 94 tahun yang dengan semangat luar biasa siap menunaikan rukun Islam kelima.
Pelepasan para jamaah di Pendopo Bupati Serang, pada Jumat (16/5/2025) pukul 02.30 WIB, dilakukan secara resmi oleh Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang, Febrianto, mewakili Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.
Dalam sambutannya, Febrianto menyampaikan tiga pesan penting dari Bupati: jaga kesehatan karena ibadah haji membutuhkan stamina fisik, manfaatkan waktu di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah, dan doakan Kabupaten Serang agar selalu menjadi daerah yang diberkahi.
“Ibu Bupati berharap jamaah yang berangkat 393 orang ini, pulang pun dalam keadaan sehat dan lengkap, meraih haji yang mabrur dan mabruroh,” ucap Febrianto dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Serang, Uesul Qurni, mengumumkan bahwa seluruh jamaah haji telah memenuhi syarat istitho’ah dan siap secara mental dan fisik.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Pemkab dan DPRD Serang yang telah mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan keberangkatan hingga pemulangan jamaah.
“Ini semua dibiayai oleh Pemkab Serang. Kami berharap para jamaah diberi kelancaran dan kekuatan selama di Tanah Suci, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” ujar Uesul Qurni.

Setelah pelepasan di Pendopo, rombongan melanjutkan perjalanan ke Asrama Haji Tangerang, sebelum diterbangkan ke Arab Saudi pada 17 Mei 2025 dini hari. Jika tak ada aral melintang, pesawat yang membawa para tamu Allah ini akan mendarat di Tanah Suci pukul 06.55 waktu setempat.
Bagi sebagian besar dari mereka, ini mungkin menjadi perjalanan sekali seumur hidup. Di balik ransel dan koper yang mereka bawa, tersimpan doa-doa panjang, harapan untuk keluarga, dan rasa syukur yang mendalam.
Dini hari ini, sebuah awal dari perjalanan suci, yang tak hanya menapak jejak sejarah Nabi, tapi juga membentuk bab baru dalam hidup 393 jamaah haji dari Kabupaten Serang. Sebuah perjalanan menuju kesempurnaan iman.
