Blitar – Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tengah menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di kota Malang, dilaporkan mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari tempat magang mereka. Puluhan siswa yang berasal dari jurusan di salah satu SMK di kota blitar ini mengungkapkan bahwa mereka mengalami perlakuan kasar, jam kerja yang berlebihan, serta tidak mendapatkan hak mereka sesuai peraturan yang berlaku, sabtu (16/8).
Menurut pengakuan salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya, mereka dipaksa bekerja lebih dari jam yg ditentukan dan hanya diberikan waktu istirahat yang jauh dari kata layak. “Kami sering kali dipaksa untuk bekerja melebihi batas waktu yang ditentukan dan perkataan kasar dari senior, bahkan beberapa teman saya sempat mengalami kelelahan yang sangat berat akibat tuntutan yang tidak wajar,” ujarnya.
Lebih mengkhawatirkan lagi, siswa-siswa tersebut juga mengungkapkan bahwa mereka tidak diberikan pengawasan atau bimbingan yang memadai dari pihak sekolah maupun pihak tempat PKL. Ketika para siswa mencoba mengadu, baik kepada pihak sekolah mereka merasa diabaikan dan tidak mendapat tanggapan yang memadai.
Beberapa siswa bahkan mengatakan bahwa mereka terpaksa menutup mata terhadap perilaku tidak manusiawi tersebut karena takut kehilangan kesempatan magang dan reputasi sekolah. “Kami takut kalau kami melapor, akan ada konsekuensi buruk bagi kami, bahkan bisa jadi kami tidak bisa melanjutkan PKL atau dinilai tidak berhasil,” kata seorang siswa lainnya.
Ditempat terpisah, salah seorang orang tua murid mengakui adanya aduan dari anak dan rekannya, “ya katanya pihak sekolah mau ke tempat PKL untuk cek, namun hingga saat ini belum ada tindakan,” terangnya.
Ditempat terpisah melalui pesan singkat, pihak SMK menerangkan bahwasanya sudah melakukan langkah konkret dan sudah teratasi melalui pembimbing PKL”, kata waka kesiswaan.
