BANDAR LAMPUNG — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulubelu menegaskan komitmennya mendukung transisi energi nasional melalui kolaborasi dengan insan pers. Hal itu disampaikan dalam agenda media gathering dan buka bersama bertajuk Energizing Journalism Empowering Collaboration di Hotel Emersia, Rabu (4/3/2026).

General Manager PGE Area Ulubelu, Edy Sudarmadi, menyebut media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi akurat dan berimbang terkait energi baru terbarukan.

“Kami memerlukan rekan-rekan media untuk memberikan edukasi informasi yang benar dan terpercaya kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan target net zero emission 2060,” ujar Edy.

Menurutnya, dukungan media menjadi krusial di tengah upaya pemerintah mempercepat transisi energi bersih dan hijau (clean and green), sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Sementara itu, Manager Maintenance PGE Ulubelu, Rizaldi, memaparkan bahwa saat ini PGE Ulubelu mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi berkapasitas 220 Megawatt (MW) dan menyuplai sekitar 20 persen beban puncak listrik di Provinsi Lampung. Status tersebut menjadikan fasilitas ini sebagai objek vital nasional.

Namun, ia mengakui pasokan listrik di Lampung masih defisit. Total suplai listrik saat ini sekitar 739 MW, sedangkan kebutuhan beban puncak mencapai 1.220 MW.

Untuk itu, PGE Ulubelu tengah mengembangkan proyek sumur eksplorasi baru di Gunung Tiga dengan potensi tambahan energi sebesar 55 MW. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik, khususnya di Lampung, sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional.

Di sektor lingkungan, PGE Ulubelu tercatat telah tiga kali meraih penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup periode 2022–2024 sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti pendampingan petani kopi Ulubelu, pelestarian kambing endemik Saburai, pemberdayaan pemuda berbasis potensi lokal, wisata petik buah, kelompok usaha bersama, hingga program desa energi berdikari.

Kolaborasi dengan media diharapkan dapat memperkuat literasi publik terkait energi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan strategis dalam mendukung target dekarbonisasi Indonesia.