SERANG, – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo,M.Si., selaku Ketua Dewan Pembina Keluarga Besar Kesenian Tari Tjimande Seni Silat Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia meresmikan Balai Latihan Seni di Padepokan TTKKDH tepatnya di Cobogo, Propinsi Banten, Jumat (12/9/2026).
Kegiatan di hadiri PJU Mabes Polri, Danrem 064/MY, Gubernur Banten, Ketua DPRD Banten, para Ketua Perguruan Silat Se-banten, serta ribuan pendekar TTKKDH.Dalam peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Kapolri dan didampingi Ketua Umum Kesenian Tari Tjimande Seni Silat Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia TTKKDH,
Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto sekaligus para Sesepuh Cimande. Dalam sambutannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Pencak Silat Tjimande bukan sekedar bela diri, tetapi merupakani aset bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur, persaudaraan dan karakter.
“Kesenian Tari Tjimande Seni Silat adalah sebuah momentum untuk semakin meningkatkan motivasi dan kecintaan masyarakat terhadap pencak silat. Semoga TTKKDH terus mampu menjadi wadah untuk melestarikan tradisi dan budaya bangsa, sekaligus membangun SDM (Sumber Saya Manusia) yang unggul dan berkarakter demi mewujudkan Indonesia Maju,” Tegas Kapolri
Kapolri juga menambahkan bahwa Pemerintah terus berupaya mendorong pembangunan karakter generasi muda melalui pendidikan formal maupun non-formal, salah satunya melalui kegiatan Seni dan budaya.Tiga Fungsi Balai Latihan diantaranya Pertama menjaga tradisi asli Tjimande seperti Kelid, Tari Kolot, Urutan dan Tradisi Keceran yang telah diwariskan ratusan tahun, Kedua mencetak pendekar-pendekar yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama baik bangsa di kancah nasional dan internasional dan Ketiga adalah menjadi wadah untuk mendorong kerukunan, soliditas dan jalinan silaturahmi antara keluarga besar TTKKDH, Jawara lintas perguruan, ulama, umara dan seluruh masyarakat.
Diketahui TTKKDH merupakan perguruan seni dan budaya pencak silat beraliran Tjimande yang didirikan sejak tahun 1952 dengan anggota lebih dari 6 juta yang tersebar di Indonesia dan mancanegara.
Acara berjalan dengan lancar sekaligus ditutup dengan penampilan Seni Silat Tjimande dengan Debus dan do’a.
