“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” ujarnya.

Di Provinsi Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi 145 jembatan dengan total panjang sekitar tiga kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu jiwa.

Capaian tersebut menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak dibandingkan Polda lainnya.

Selain Banten, pembangunan jembatan juga dilakukan di sejumlah wilayah. Polda Jawa Barat tercatat membangun 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan.

Pembangunan juga dilakukan di wilayah Polda lainnya dengan rata-rata 20 hingga 30 jembatan di setiap wilayah.

Selain pembangunan reguler, Polri juga membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Dari jumlah tersebut, enam jembatan merupakan tipe Bailey, terdiri atas empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Sumatera Barat.

Pembangunan jembatan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.

Sementara itu, jembatan yang diresmikan di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari. Infrastruktur tersebut diperkirakan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 8.000 warga.

Kapolri menegaskan pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses di berbagai wilayah.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” kata Listyo Sigit.

Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberikan semangat kepada jajaran TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.

Listyo Sigit menegaskan Polri akan terus menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian semakin dekat dengan masyarakat.

“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkasnya.