Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mematangkan penilaian KIPP PRO Tematik 2026 untuk menemukan inovasi pelayanan publik yang berdampak luas.
Pembahasan dilakukan melalui Rapat Koordinasi Tim Penilai KIPP PRO Tematik 2026 secara daring, Jumat (11/9/2026).
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Otok Kuswandaru meminta tim penilai menjaga proses seleksi secara objektif dan akuntabel.
Otok berharap tim tidak hanya memilih inovasi terbaik. Tim juga diminta menemukan praktik pelayanan yang dapat menjadi pembelajaran nasional.
“Inovasi terbaik harus dapat direplikasi, diperluas skalanya, dan memberikan manfaat kepada semakin banyak masyarakat,” ujar Otok.
Menurut Otok, KIPP bertransformasi menjadi KIPP PRO pada 2026. Perubahan tersebut menekankan Perluasan Skala, Replikasi, dan Orientasi Global.
Transformasi itu juga berkaitan dengan Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP) 24/7. Konsep tersebut menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai orientasi utama pelayanan publik.
Otok mengatakan GNPP 24/7 tidak berarti kantor pemerintah harus beroperasi sepanjang waktu. Konsep tersebut menekankan kehadiran negara saat masyarakat membutuhkan pelayanan.
“Makna 24/7 bukan berarti seluruh kantor pemerintah harus beroperasi sepanjang waktu,” katanya.
KIPP PRO Tematik 2026 mengangkat tema “Pelayanan Inklusif pada Fase Kelahiran”. Tema tersebut mendorong pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan manusia.
Otok mengatakan fase kelahiran menjadi awal hubungan warga dengan negara. Fase tersebut berkaitan dengan identitas hukum, kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan, dan hak lainnya.
Karena itu, tim penilai diminta tidak hanya melihat aspek kebaruan dan kecanggihan inovasi. Tim juga harus menilai masalah yang diselesaikan dan bukti manfaatnya.
Aspek inklusivitas, kolaborasi antarinstansi, serta peluang replikasi dan perluasan layanan juga menjadi perhatian.
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian PANRB Muhammad Yusuf Kurniawan menjelaskan enam kriteria penilaian.
Kriteria tersebut meliputi dampak, kontekstual, dapat disebarluaskan, dapat diimplementasikan, kebaruan, dan keberlanjutan.
KIPP PRO Tematik 2026 juga mencakup lima kategori inovasi. Kategori itu meliputi layanan elektronik, jemput bola, tatap muka, mandiri, dan multikanal.
Proses kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan. Pengusul terlebih dahulu menyampaikan proposal secara daring melalui aplikasi SINOVIK.
Tahapan berikutnya meliputi seleksi administrasi, penilaian Tim Evaluasi, penilaian Tim Panel Independen, dan penetapan TOP Inovasi.
Kementerian PANRB menyiapkan dua tim utama dalam proses penilaian. Tim Evaluasi terdiri dari 10 orang, sedangkan Tim Penilai Independen berjumlah delapan pakar.
Seluruh tim penilai wajib menandatangani pakta integritas. Mereka menilai proposal melalui aplikasi SINOVIK dengan fokus pada potensi perluasan skala inovasi.
Kementerian PANRB mengingatkan admin instansi dan admin Organisasi Penyelenggara Pelayanan Publik (OPP) di pemerintah daerah memperhatikan batas waktu pengusulan.
Pengusulan inovasi KIPP PRO Tematik 2026 ditutup pada 18 September 2026. (Sumber: Humas Kementerian PANRB)
