Tapanuli Tengah – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh stakeholder di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, bersatu mempercepat pemulihan pascabencana.
Tito menyampaikan permintaan itu setelah meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Tapteng, Kamis (10/9/2026).
Tito menilai Tapteng menjadi salah satu daerah dengan dampak bencana paling berat di Sumatera Utara. Karena itu, penanganannya membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Tito meminta Forkopimda, DPRD, kepala daerah, dan tokoh masyarakat mengesampingkan kepentingan politik.
Ia juga meminta persoalan administratif tidak menghambat percepatan penanganan pascabencana.
“Ini masalah kemanusiaan. Kita berdosa kalau seandainya rakyat enggak ditolong,” kata Tito di Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Tapteng.
Menurut Tito, pemerintah pusat telah memberikan tambahan anggaran sekitar Rp213 miliar pada April 2026.
Pemerintah kembali memberikan tambahan anggaran sekitar Rp14 miliar pada Agustus 2026.
Tito menegaskan tambahan anggaran tersebut harus diprioritaskan untuk kebutuhan penanganan pascabencana.
“Nah, itu pasti akan saya awasi uangnya dipakai buat apa? Prioritas untuk bencana,” ujarnya.
Tito mengatakan dirinya telah menerbitkan surat edaran sebagai petunjuk penggunaan anggaran tersebut.
Dalam kunjungannya, Tito mengecek sejumlah proyek rehabilitasi dan rekonstruksi di Tapteng.
Pengecekan mencakup pembangunan Sabo Dam, hunian tetap (huntap), dan pemulihan fasilitas pendidikan.
Tito memastikan program pemerintah pusat dan daerah berjalan sesuai rencana.
Ia mengatakan Presiden telah menyetujui anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera sebesar Rp100,1 triliun.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk penanganan selama tiga tahun dan telah diberikan kepada kementerian/lembaga terkait.
Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito memastikan pengawasan program tersebut.
Pengawasan mencakup program rehabilitasi dan rekonstruksi yang dikerjakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Nah, sekarang waktunya, masanya untuk turun ke lapangan untuk mengecek,” tegas Tito.
