Penulis: Amelia Julianti, Mahasiswi Program Studi Manajemen
Di tengah kesibukan mahasiswa dengan perkuliahan, tugas, organisasi, dan berbagai tuntutan akademik, ada satu hal yang terkadang luput dari perhatian: mahasiswa juga membutuhkan ruang untuk mengembangkan diri di luar ruang kelas.
Pendidikan tidak semata-mata berbicara tentang nilai akademik, IPK, atau seberapa cepat seorang mahasiswa menyelesaikan tugas. Ada kemampuan lain yang tak kalah penting untuk dibangun, seperti kerja sama, sportivitas, keberanian mengambil keputusan, kedisiplinan, hingga kemampuan menghadapi tekanan. Salah satu ruang untuk mengasah kemampuan tersebut adalah melalui kompetisi.
Semangat itu tercermin dalam penyelenggaraan UNPAM Serang Championship, sebuah ajang kompetisi yang diselenggarakan di Universitas Pamulang Kampus Serang dan mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Banten.
Kompetisi tersebut menghadirkan sejumlah cabang, yakni esports Mobile Legends, minisoccer, dan catur. Ketiganya memiliki karakter yang berbeda, tetapi sama-sama memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan, menguji diri, sekaligus belajar dari peserta lain.
Esports, misalnya, masih kerap dipandang sebelah mata. Permainan digital terkadang dianggap sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Padahal, ketika ditempatkan dalam kompetisi yang terorganisasi, esports dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan menyusun strategi, berkomunikasi, berkoordinasi, serta mengambil keputusan dalam waktu singkat.
Dalam permainan Mobile Legends, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu. Strategi tim, komunikasi, pembagian peran, dan kemampuan membaca situasi menjadi faktor penting yang menentukan hasil pertandingan.
Hal serupa terlihat dalam minisoccer. Cabang olahraga ini menuntut kemampuan fisik sekaligus kekompakan tim. Setiap pemain memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Tidak ada satu pemain yang dapat memenangkan pertandingan seorang diri.
Komunikasi, kepercayaan terhadap rekan satu tim, disiplin, serta kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian penting dari sebuah pertandingan. Karena itu, minisoccer bukan sekadar persoalan siapa yang mencetak gol paling banyak, melainkan bagaimana sebuah tim mampu bekerja dan berjuang bersama.
