Ia menyebut potensi sampah di dua kawasan Banten, yakni Serang Raya dan Tangerang Raya, mencapai sekitar 4.000 ton per hari—angka yang dinilai sangat potensial untuk dikonversi menjadi energi listrik.

“Ini langkah konkret mendukung kebijakan Presiden. Sampah tidak lagi jadi beban, tapi bisa jadi sumber energi,” jelas Hanif.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas PSEL bukan proyek instan. Dibutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun sejak peletakan batu pertama hingga beroperasi.

“Teknologi bisa apa saja, tapi kuncinya tetap satu: sampah harus terpilah. Kalau tidak, biaya akan sangat besar,” tegasnya.

Ke depan, proyek ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah kronis, tetapi juga menekan beban anggaran negara serta membuka peluang energi alternatif yang berkelanjutan.