SOREANG – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Ormas dan LSM Pandawa Lima menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Selasa (18/11/2025).
Sekitar 250 peserta aksi datang membawa spanduk, poster, dan suara kekecewaan terhadap dugaan praktik korupsi yang disebut merugikan masyarakat.
Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Suara orator pertama langsung memecah suasana, menyuarakan tuntutan agar dugaan penyimpangan anggaran pembangunan di Dinas PUTR segera diusut tuntas.
Kami lelah dibohongi. Kami datang karena ingin perubahan! teriak salah satu peserta aksi yang disambut gemuruh massa.
Kordinator Lapangan (Korlap) Pandawa Lima, Moch Dadang menilai berbagai proyek di bawah Dinas PUTR menyisakan banyak kejanggalan dan harus dibuka secara transparan.
Dadang meminta Pemerintah Kabupaten Bandung tidak menutup mata dan mendesak Bupati untuk turun langsung menindaklanjuti laporan masyarakat.
Yang turun ke jalan bukan hanya ormas atau LSM, tetapi masyarakat yang merasa hak mereka dicuri segelintir oknum, ujar nya.
Dalam aksi tersebut, perwakilan massa menyerahkan berkas laporan dugaan penyimpangan anggaran kepada pihak Dinas PUTR. Penyerahan berlangsung hening dan simbolis, sebagai penegasan bahwa masyarakat menaruh harapan pada pemerintah dan aparat penegak hukum.
Jika laporan ini kembali tenggelam, itu bukan hanya kegagalan sistem, tapi pengkhianatan terhadap rakyat, tegas Dadang.
Meski dijaga ketat aparat keamanan, aksi berlangsung tertib. Para peserta menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan murni memperjuangkan hak masyarakat dan masa depan Kabupaten Bandung.
Sebelum membubarkan diri, massa Pandawa Lima memberikan ultimatum. “Kami akan kembali jika suara kami tidak didengar. Ini bukan akhir. Ini awal perlawanan,”seru mereka.


