Jakarta – Panitia Seleksi Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) mengumumkan 32 kandidat yang lolos seleksi administrasi untuk periode kepengurusan 2025-2029. Hasil seleksi tertuang dalam Pengumuman Nomor 18/PENG/PANSEL-LPJK/2025, ditandatangani Ketua Kelompok Kerja Panitia Seleksi, Prof. Muhamad Abduh, pada 23 Juni 2025.
Kandidat yang lolos berasal dari berbagai unsur, meliputi Asosiasi Profesi, Badan Usaha, Asosiasi Rantai Pasok, serta perguruan tinggi/pakar. Mereka akan melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.
LPJK sebagai lembaga nonstruktural di bawah Kementerian PUPR bertugas mengawal teknis jasa konstruksi berdasarkan UU No 2/2017. Perannya dinilai krusial dalam mendukung industri konstruksi dan pembangunan infrastruktur nasional.
Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail, menekankan pentingnya transparansi seleksi. “LPJK harus merekrut pengurus yang kredibel, bebas intervensi, dan memenuhi standar norma,” tegasnya di Jakarta Selatan, Selasa (8/7).
IMO menyatakan akan mengawal proses seleksi hingga selesai. Yakub mengungkapkan, pihaknya telah mengumpulkan data sejak pengumuman rekrutmen pada 19 Mei 2025. “Kami siap melaporkan panitia atau pihak lain jika ada indikasi kecurangan,” tegasnya.
IMO juga mengingatkan panitia seleksi untuk menghindari praktik tidak transparan. “Proses ini harus fair. Pelanggaran akan kami tindaklanjuti ke otoritas terkait,” pungkas Yakub.
Seleksi terbuka ini menjadi sorotan publik, mengingat LPJK berperan strategis dalam pengembangan jasa konstruksi Indonesia.
