Serang – Ratusan warga memadati Alun-alun Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Rabu (12/3/2025), untuk membeli kebutuhan pokok di Bazar Ramadan 1446 H yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang. Antusiasme masyarakat melonjak lantaran harga sembako di bazar ini jauh lebih murah dibanding pasaran, seperti cabai yang dijual Rp30 ribu/kg (pasar: Rp50 ribu/kg) hingga minyak goreng Rp15.500/liter (pasar: Rp18 ribu/liter).

Kepala Bidang Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, menjelaskan bahwa bazar ini merupakan program rutin tahunan untuk mengendalikan inflasi selama Ramadan. “Kami melaporkan hasil kegiatan ke aplikasi Wasinflasi Kemendagri sebagai upaya stabilisasi harga,” ujarnya. Tahun ini, bazar digelar di dua lokasi: Mancak dan Kopo, dengan melibatkan 21 penyedia dari 24 undangan, termasuk gabungan kelompok tani (gapoktan) yang menyediakan komoditas seperti cabai, bawang, dan tomat.

“Kami juga telah melakukan Operasi Pasar di 12 titik sejak triwulan I 2025. Bazar Ramadan ini jadi tambahan strategi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambah Titi. Menurutnya, kerja sama dengan Bulog dan pelaku usaha prioritas menjadi kunci menekan kenaikan harga, terutama di tengah lonjakan harga pasaran.

Antusiasme warga terlihat dari testimoni Arum (32), warga Kampung Angsa, Mancak. “Harga di sini lebih murah Rp5 ribu per item. Semoga ke depan stok kebutuhan pokok ditambah agar lebih banyak warga terbantu,” ucapnya. Titi pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momen ini guna stok persediaan rumah tangga selama Ramadan.

Bazar ini turut dihadiri Sekretaris Diskoumperindag Shinta Asfilian Harjani, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Serang, Febrian Ripera, serta perwakilan DPRD dan Kecamatan Mancak. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di tengah tantangan inflasi.

“Dengan kolaborasi antar-sektor, kami optimistis program seperti ini bisa menjadi solusi jangka pendek yang berdampak signifikan bagi masyarakat,” pungkas Titi.