SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meluncurkan program Kolaborasi Terpadu Pertanian (Ratu Tani) Bahagia dalam kegiatan tanam dan panen raya bawang merah di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Senin (7/7/2025). Program ini menjadi langkah strategis mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Serang, dengan fokus pada penguatan produksi bawang merah sebagai komoditas unggulan .

Dalam sambutannya, Ratu Zakiyah menegaskan sektor pertanian sebagai tulang punggung kesejahteraan masyarakat. “Ketika petani sejahtera, ekonomi daerah ikut tumbuh. Kami bangga pada petani Kramatwatu yang mengembangkan bawang merah dengan produktivitas mencapai 6-7 ton per hektare,” ujarnya . Ia juga menyoroti peran bawang merah dalam stabilisasi harga pasar dan inflasi daerah.

Kabupaten Serang memiliki 160 hektare lahan potensial untuk bawang merah di Kramatwatu, namun baru 10% (16 hektare) yang dimanfaatkan. Dari lahan 2 hektare yang dipanen hari ini, dihasilkan 2 ton bawang merah. Ratu Zakiyah menargetkan peningkatan produksi, mengingat kebutuhan lokal mencapai 5.025 ton per tahun, sementara produksi saat ini baru 619 ton.

Kepala DKPP Suhardjo menjelaskan, program Ratu Tani Bahagia melibatkan pemerintah daerah, provinsi, kementerian, dan perbankan untuk memperkuat ketahanan pangan. “Kami memiliki 12 kelompok tani di Kramatwatu, tetapi perlu perluasan lahan dan intensifikasi produksi,” tambahnya .

Kondisi iklim yang seimbang antara panas dan hujan dinilai ideal untuk budidaya bawang merah. Program ini juga sejalan dengan prioritas 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Serang . Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Najib Hamas, pejabat DKPP, serta perwakilan dinas provinsi .

Usai peluncuran, Bupati beserta jajaran berjalan kaki 500 meter ke lokasi tanam dan panen sebagai bentuk dukungan langsung. Ratu Zakiyah berharap sinergi ini mampu mengoptimalkan potensi Serang sebagai penyumbang utama bawang merah di Banten .