Melalui pernyataan resmi, BPKA Sulsel menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan internal, petugas yang terlibat cekcok dengan emak-emak yang mengamuk di stasiun merupakan karyawan PT Angkasa Pura Support (APS).

Petugas dari PT Angkasa Pura Support (APS) itu memang bertugas di area layanan sebagai bagian dari tim pendukung operasional.

BPKA memastikan evaluasi menyeluruh, termasuk penegakan sanksi kepada petugas jika terbukti melanggar etika atau standar pelayanan.

Untuk mencegah terulangnya kegaduhan pada layanan perkeretaapian di Sulsel, BPKAtelah meminta PT APS mengambil langkah korektif, mulai dari pembinaan langsung, pemberian sanksi, hingga pelatihan ulang yang menekankan pentingnya pelayanan prima dan keramahan dalam menghadapi pelanggan.

Kami memastikan bahwa kejadian ini sedang ditangani secara menyeluruh diantaranya penelusuran kronologi secara objektif, evaluasi prosedur pelayanan serta penegakan sanksi disipliner kepada petugas terkait apabila terbukti melanggar standar pelayanan atau etika kerja,” kata Deby.

BPKA Sulsel juga melakukan evaluasi sistem boarding dan pemeriksaan penumpang di seluruh stasiun wilayah Sulsel. Evaluasi ini bertujuan agar proses pelayanan berlangsung adil, lancar, dan aman bagi semua pengguna jasa serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Deby mengaku pihaknya menghargai setiap masukan, kritik, maupun perhatian dari masyarakat. Semua itu menjadi bagian penting dari upaya untuk terus memperbaiki dan mengembangkan layanan transportasi publik yang inklusif dan berkualitas.