Cikarang– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten memberikan cenderamata spesial kepada Ahmad Munir, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terpilih periode 2025–2030. Cenderamata tersebut berupa kopi bubuk Leuit Baduy, produk asli Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Lebak, Banten, yang simbolis sebagai hadiah kemenangan sekaligus penanda semangat kepemimpinan baru .
Penyerahan dilakukan di Hotel Antero Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, usai Kongres Persatuan PWI pada Sabtu (30/8/2025). Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, menyatakan bahwa kopi Leuit Baduy dipilih sebagai simbol agar Munir yang akrab disapa Cak Munir tetap “melek” dalam memimpin organisasi wartawan terbesar di Indonesia. “Melek yang dimaksud adalah agar Cak Munir selalu segar dan siap menjalankan roda organisasi sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT),” ujar Rian .
Kopi Leuit Baduy merupakan produk unggulan Lebak yang telah diproduksi sejak zaman kolonial Belanda pada tahun 1834. Kopi robusta khas ini dikenal dengan rasa gurih otentik dan diproduksi oleh UMKM setempat tanpa campuran jenis lain . Rian menambahkan, persiapan hadiah ini dilakukan jauh hari sebelum kongres, mencerminkan keyakinan PWI Banten akan kemenangan Munir. “Kami yakin Cak Munir menang, makanya kami siapkan hadiah kemenangan tersebut jauh hari,” tegasnya .

Munir, yang juga Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA, terpilih setelah memperoleh 52 suara, mengalahkan rivalnya, Hendry Ch Bangun, yang meraih 35 suara. Dalam kongres yang sama, Atal S. Depari terpilih sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat . Usai penyerahan, Munir mengucapkan terima kasih atas cenderamata dan dukungan dari PWI Banten. “Saya ucapkan terima kasih atas cenderamata dari PWI Banten,” kata Munir .
Penyerahan cenderamata dilakukan oleh Rian Nopandra, didampingi Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid, Ketua PWI Kabupaten Serang Andrea, Ketua PWI Kota Tangerang Rahmat Purwanto, dan pengurus PWI Banten Adityawarman . Keberadaan kopi Leuit Baduy tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya Banten, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah kejayaan kopi Nusantara yang pernah menjadi primadona ekspor sejak abad ke-19 .
Kopi Leuit Baduy diproduksi dari biji kopi robusta pilihan yang ditanam di pegunungan Baduy, Lebak. Produk ini dikelola oleh UMKM setempat, seperti yang dijalankan oleh Riswanto, seorang pencinta kopi yang mulai mengembangkan usaha ini sejak 2017. Kopi Leuit Baduy telah dijual hingga ke berbagai daerah seperti Depok, Jakarta, Bandung, dan Bali .
Kongres PWI 2025 digelar di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Komdigi, Cikarang, Jawa Barat. Munir terpilih untuk memimpin periode 2025–2030 dan telah menetapkan tiga formatur untuk membentuk kepengurusan baru .
Pemberian kopi Leuit Baduy sebagai hadiah kemenangan tidak hanya sekadar gesture simbolis, tetapi juga bentuk dukungan terhadap produk lokal dan UMKM Banten. Kopi ini mewakili ketahanan dan kemandirian, nilai-nilai yang sejalan dengan visi kepemimpinan Munir .
·
