Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada pihak kepolisian, khususnya Subdit Keamanan Negara Dit. Intelkam Polda Sulsel, karena telah membuka ruang dialog dan merangkul eks JI dalam upaya menjaga keamanan bersama.
Menurut Ipda Andi Mustakim, kegiatan ini merupakan bagian langkah yang berorientasi pada pencegahan dan pembinaan kelompok masyarakat agar terlibat aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Silaturahmi ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan persuasif mampu membuka jalan bagi mantan kelompok garis keras untuk turut menjadi bagian dari solusi dalam menjaga stabilitas nasional dan kehidupan sosial yang harmonis.
Pihak kepolisian juga mengapresiasi keterbukaan dan niat baik para eks JI dalam membangun kebersamaan, serta menjadikan momen perayaan Waisak sebagai titik temu semangat toleransi dan perdamaian lintas agama.
Sebelum kegiatan berakhir, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan video testimoni. Dalam video tersebut, para tokoh eks JI menyatakan kesiapan mereka untuk bersama TNI dan Polri menjaga kamtibmas selama perayaan Waisak berlangsung.
Testimoni ini menjadi bagian dari kampanye damai yang digagas oleh Polda Sulsel, guna menunjukkan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk yang pernah terlibat dalam kelompok ekstrem, bisa menjadi mitra dalam menjaga ketertiban umum.
