SERANG, – Kritik terhadap gaya hidup mewah pejabat Polri kembali mencuat setelah viralnya unggahan perayaan ulang tahun ke-55 Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan.

Acara yang disebut sebagai syukuran dan doa bersama menjelang Ramadhan itu mendapat kritik setelah beredar foto-foto yang menunjukkan kemewahan dalam perayaan tersebut di tengah pemangkasan anggaran.

“Saya kira salah satu yang penting, yang seringkali kami ingatkan, juga diingatkan oleh institusi kepolisian oleh Pak Kapolri, adalah seluruh anggota tidak boleh hidup bermewah-mewahan atau terus menunjukkan kemewahan di publik,” ujar Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam, dikutip dari Tempo.co. Minggu, 02/03/25.

Ia menjelaskan bahwa di tengah situasi ekonomi yang sulit, aparat kepolisian harus lebih sensitif dan memahami kondisi masyarakat.

Menurut Anam, kritik publik yang muncul di media sosial merupakan bentuk pengingat agar Polri tetap konsisten menjalankan seruan moral untuk hidup sederhana.

“Masukan dan kritik dari publik di media sosial itu bagian dari mengingatkan kembali bahwa seruan-seruan moral untuk tidak hidup mewah-mewahan dan menunjukkan kemewahan itu penting dan masih berlaku,” kata Anam.

Publik pun mulai memantau akun @ghazyysuck3r yang diduga milik anak Kapolda Kalsel yang kerap memamerkan kekayaan alias flexing di media sosial.

“Bangun lah coba liatin ini sampai rekening anaknya bisa transfer 1M + naik jet,” tulis netizen lain @spacepi* yang menandai akun-akun pejabat terkait, termasuk @DivHumas_Polri dan @ListyoSigitP.

Hal ini memicu perdebatan soal implementasi reformasi kultural di tubuh Polri yang digaungkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, termasuk seruan untuk hidup sederhana.

Publik berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Menanggapi kritik tersebut, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menyatakan bahwa mereka mengapresiasi pengawasan dari masyarakat terhadap kinerja kepolisian.

“Kami sangat mengapresiasi upaya masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi dan memberikan perhatian terhadap kinerja Polri,” tulis Divpropam melalui akun media sosial resminya Kamis, 27 Februari 2025.

Propam juga mengklaim bahwa evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan untuk memastikan anggotanya tetap berada di jalur yang benar.

“Kami tidak hanya bekerja untuk masyarakat, tetapi juga bersama masyarakat!” tulis Divpropam dalam pernyataannya.