BNPB Optimalkan Operasi Modifikasi Cuaca
Selain pemadaman darat, pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mendukung penanganan karhutla. Pada Selasa (27/10), pemantauan OMC mencakup empat provinsi, sedangkan operasi dilaksanakan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Dalam pelaksanaannya, tercatat 14 sortie atau penerbangan penyemaian dengan total penggunaan 22.800 kilogram natrium klorida (NaCl).
Di Kalimantan Tengah, operasi dilakukan melalui sembilan sortie dengan penggunaan 14.400 kilogram NaCl. Sementara itu, di Sumatera Selatan tercatat lima sortie dengan penggunaan 8.400 kilogram NaCl.
Operasi di Kalimantan Tengah didukung lima pesawat, termasuk Hercules, dengan sasaran wilayah Kalimantan Tengah dan sebagian Kalimantan Selatan. Adapun di Sumatera Selatan, tiga pesawat dikerahkan untuk menyasar Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Banyuasin.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, hujan terjadi di sejumlah wilayah sasaran. Di Kalimantan Tengah, hujan dilaporkan turun di Kota Palangka Raya serta Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Utara, dan Pulang Pisau.
Di Sumatera Selatan, hujan terjadi di sebagian besar wilayah, dengan intensitas deras dilaporkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin. Hujan juga dilaporkan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
Pelaksanaan OMC mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan hujan dan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, serta pemangku kepentingan terkait.
Kekeringan Berdampak pada 267.913 Jiwa
Di tengah penanganan karhutla, BNPB juga mencatat dampak kekeringan di sembilan wilayah. Berdasarkan data dalam materi pemaparan, sebanyak 77.555 keluarga atau 267.913 jiwa terdampak kekeringan.
Bantuan air bersih yang tercatat telah disalurkan mencapai 3.021.700 liter dengan dukungan 55 tangki.
Sembilan wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bogor, Boyolali, Pekalongan, Sragen, Grobogan, Kulon Progo, Jombang, Bone, serta Kota Tangerang Selatan.
Kabupaten Bogor mencatat jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 41.061 keluarga atau 139.125 jiwa. Di Kabupaten Boyolali, kekeringan berdampak pada 12.022 keluarga atau 57.311 jiwa. Sementara itu, Kabupaten Pekalongan mencatat 11.282 keluarga atau 36.384 jiwa terdampak.
Penanganan dilakukan melalui penyediaan tandon atau bak penampung air, pemanfaatan sumur bor dan sumber air alternatif, serta pembangunan embung dan penampungan air hujan.
