Banjir dan Cuaca Ekstrem Masih Mengancam
BNPB juga menerima laporan banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah daerah.
Banjir di Kota Subulussalam, Aceh, yang dilaporkan sejak Sabtu (24/10), berdampak pada 1.368 orang. Genangan air dilaporkan masih merendam permukiman selama sekitar tiga hari. Banjir yang belum surut juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tenggara.
Sementara itu, cuaca ekstrem di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sejak Minggu (25/10) berdampak pada 124 orang dan menyebabkan kerusakan rumah. Warga terdampak dilaporkan mengungsi ke rumah keluarga.
BNPB terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak dan mendorong pemerintah daerah memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
Pemda Diminta Siaga Hadapi Musim Hujan 2026/2027
Memasuki musim hujan 2026/2027, kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi menjadi perhatian pemerintah.
Berdasarkan data historis dalam materi pemaparan, terdapat 253 kabupaten/kota rawan banjir dan 202 kabupaten/kota rawan longsor, dengan potensi penduduk terdampak mencapai 113,8 juta jiwa.
Puncak musim hujan diperkirakan berbeda di setiap wilayah. Sumatera diprediksi mengalami puncak pada Desember dan Januari, Jawa pada Januari dan Februari, sedangkan Kalimantan pada Januari dan Maret. Daerah lain juga perlu menyesuaikan kesiapsiagaan dengan karakteristik musim hujan setempat.
Pemerintah daerah didorong menetapkan dan mengaktifkan rencana aksi musim hujan pada November. Rencana kontingensi perlu diperbarui dengan mempertimbangkan skenario dampak, pembagian tugas antarinstansi, pemicu aktivasi, jalur evakuasi, serta ketersediaan sumber daya.
Kesiapan logistik juga perlu diperiksa untuk memastikan kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi. Sistem peringatan dini harus diuji hingga tingkat desa. Selain itu, posko, perahu karet, tim reaksi cepat, pemantauan tinggi muka air, dan dapur umum perlu disiapkan sebelum memasuki puncak musim hujan.
Perhatian khusus juga diperlukan pada lereng yang terdampak karhutla, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pemantauan sejak awal musim hujan penting untuk mengantisipasi potensi banjir bandang dan tanah longsor.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, kekeringan, banjir, dan tanah longsor. Masyarakat di wilayah rawan diminta mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, menghemat penggunaan air bersih, serta segera melaporkan kejadian bencana kepada petugas setempat.
Kesiapsiagaan sejak dini, koordinasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko serta dampak bencana.
