BLITAR – Hasil visum luar jenazah seorang perempuan penghuni kos di Jalan Kedondong, Sukorejo, Kota Blitar yang ditemukan pada Rabu (20/8) pagi, mengungkapkan adanya sejumlah luka lebam diduga akibat benturan benda tumpul.

Direktur RSUD Mardi Waluyo, Bernard Theodore Ratulangi, menjelaskan bahwa jenazah diterima rumah sakit sekitar pukul 08.50 WIB. Jenazah diantar menggunakan ambulans dari RSK Budi Rahayu Blitar, didampingi oleh pihak Kepolisian.

“Korban tiba dalam kondisi sudah meninggal dunia, masih mengenakan pakaian kaos oblong biru dan celana jeans pendek, serta ditutupi kain jarik,” ujar Bernard.

Dari hasil pemeriksaan visum luar, ditemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban, terutama di area wajah, dada kiri dan kanan, serta paha kiri bagian atas. Luka tersebut diduga kuat akibat benturan benda tumpul.

“Tidak ditemukan adanya luka terbuka atau bekas sayatan benda tajam. Semua luka berupa memar, yang perlu dikaji lebih lanjut melalui autopsi,” lanjut Bernard.

Korban diketahui berinisial MTW, berusia 25 tahun. Hingga kini, pihak rumah sakit belum dapat memastikan waktu dan penyebab pasti kematian korban.

“Untuk memastikan apakah luka lebam tersebut berdampak pada organ vital seperti jantung atau paru-paru, kami masih menunggu hasil autopsi yang akan dilakukan siang ini,” tambah Bernard.

Hingga berita ini diturunkan, Kasus kematian MTW perempuan asal Desa Satriyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak Kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan, namun pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait pelaku maupun motif kejadian.