Di modul kami, ada tujuh kebiasaan anak sehat. Salah satunya ya makan bergizi. Kami sudah tekankan bahwa MBG ini adalah bentuk kepedulian pemerintah, bukan sekadar soal rasa atau selera,” tegasnya.
Menurutnya, selera makan setiap anak memang tidak bisa disamakan. Namun, siswa harus diberi pemahaman bahwa makanan yang diberikan telah dihitung kandungan gizinya dan sesuai standar kelayakan konsumsi.
Bukan seenaknya kita protes. Ini bentuk rasa syukur. Tidak semua sekolah di Kecamatan Manggala dapat MBG. Kami termasuk yang terpilih, itu patut disyukuri,” ujarnya.
Terkait video yang terlanjur viral, pihak sekolah mengaku telah memanggil siswa yang bersangkutan dan orang tuanya untuk diberikan pemahaman. Menurut Solihin, siswa tersebut tidak berniat menyebarkan hal negatif, namun tindakan itu tetap perlu dikoreksi
Orang tua kami beri edukasi juga. Jangan sampai malah ikut memprotes, padahal program ini tujuannya baik,” katanya.Distribusi makanan MBG di sekolah pun dilakukan secara terorganisir, dengan melibatkan koordinator, wali kelas, dan guru pendamping.
Begitu makanan datang, ada serah terima, dihitung, lalu disalurkan ke kelas-kelas. Semua terdata dan dipastikan tepat sasaran,” jelas Solihin.
