SERANG – Warga Desa Walikukun Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang Banten, mengeluhkan kelangkaan tabung Gas LPG ( Liquefied Petroleum Gas ) 3 kilogram yang akhir-akhir ini sulit ditemukan di pasar tradisional maupun pengecer terdekat.

Keluhan kelangkaan Gas subsidi mulai dirasakan sejak beberapa minggu terakhir hingga menyebabkan kesulitan bagi sebagian besar warga di daerah itu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.

Seorang warga Desa Walikukun, Alam (35) tahun, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkeliling ke beberapa pengecer, namun selalu gagal mendapatkan tabung gas 3 kilogram. “Sudah hampir dua minggu saya kesulitan mendapatkan tabung gas 3 kilogram. Kalau pun ada, harganya sudah melambung tinggi dari Rp 25.000 hingga 28.000,” ungkapnya dengan wajah cemas. Rabu (29/1/2025).

Keluhan yang sama dirasakan Rahmat seorang pedagang di Kampung Bojong Bungur Desa Walikukun, yang mengatakan pasokan gas subsidi tersebut saat ini sedang terbatas, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi.

“Sudah beberapa hari kami kesulitan mendapatkan pasokan, harganya pun jadi melonjak. Biasanya kami bisa menerima pengiriman setiap dua minggu sekali, namun belakangan ini pengirimannya sering terlambat,” ujar Rahmat.

Ia berharap Dinas Perdagangan dan ESDM, agar memantau situasi dan segera melakukan koordinasi dengan pihak distributor agar segera memastikan pasokan Gas LPJ 3 kilogram kembali lancar.

“Kelangkaan tabung Gas LPJ 3 kilogram saat ini menambah beban ekonomi warga yang sudah kesulitan dengan biaya hidup sehari-hari sehingga kondisinya dapat memicu kekhawatiran di kalangan warga, terutama yang ekonominya tergantung pada penggunaan Gas LPG ( Liquefied Petroleum Gas ) 3 kilogram,” tegasnya.

Warga berharap agar pemerintah dapat segera mengambil langkah konkrit untuk mengatasi kelangkaan Gas LPJ 3 kilogram ini, serta mengontrol harga agar tetap terjangkau lancar dan stabil bagi masyarakat.