JAKARTA — Kementerian Pertanian menargetkan penambahan sedikitnya 600.000 ekor sapi perah indukan hingga 2029. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem susu nasional untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

Saat ini, produksi susu segar dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Pemerintah karena itu mendorong peningkatan populasi sapi sekaligus produktivitas peternakan.

Penguatan dilakukan melalui penyediaan pakan, layanan kesehatan hewan, pembiayaan, dan asuransi ternak. Pemerintah juga menyiapkan dukungan uang muka pembelian sapi, pembangunan kandang, serta pengadaan alat pemerahan.

Kementerian Pertanian turut mendorong kepastian penyerapan susu peternak. Peningkatan produksi harus diimbangi kesiapan koperasi dan industri pengolahan dalam menyerap hasil peternakan.

Salah satu contoh pengelolaan ekosistem tersebut berada di Pasuruan, Jawa Timur. Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Sukamakmur menaungi lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sekitar 8.700 ekor sapi perah.

Koperasi tersebut menghimpun dan memasarkan susu hasil peternak. KUTT Sukamakmur juga mendukung anggota melalui penyediaan pakan, layanan kesehatan hewan, dan pembiayaan.

Pemerintah berharap penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir dapat meningkatkan produksi susu secara berkelanjutan. Upaya tersebut diarahkan untuk mempercepat swasembada susu nasional pada 2029.