JAKARTA — Polda Metro Jaya mengungkap praktik laboratorium narkotika tersembunyi (clandestine lab) yang beroperasi di sebuah apartemen di kawasan Kabupaten Tangerang. Modus baru ini menyasar pasar remaja perkotaan melalui cairan vape mengandung Etomidate.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap seorang warga negara Malaysia berinisial C.K. (40) yang diduga menjadi otak sekaligus operator produksi. Dari lokasi, petugas menemukan bahan baku dan alat produksi dalam skala besar, mengindikasikan aktivitas industri rumahan yang sistematis.

Barang bukti yang diamankan meliputi 30 liter propilen glikol, serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram, serta ratusan cartridge vape siap edar. Selain itu, polisi menyita peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, mixer, dan timbangan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyebut, jumlah bahan baku tersebut berpotensi diproduksi menjadi hingga 380.996 cartridge vape mengandung narkotika. Jika beredar di pasar gelap, nilainya ditaksir mencapai Rp762 miliar.

“Ini adalah modus baru yang menyasar kaum muda melalui vape. Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan di baliknya,” ujar dia, Selasa (21/4/2026).

Polisi menegaskan, pengungkapan ini sekaligus mencegah ratusan ribu orang terpapar narkotika yang dikemas secara modern dan sulit terdeteksi. Saat ini, tersangka dan seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.