Ditulis oleh: Nusi (Bendahara Siwo Kabupaten Serang)

Diksiber.ID,– Dinamika pencalonan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Serang periode 2026–2030 kian menghangat. H-1 jelang batas akhir pengembalian berkas bukan sekadar hitung mundur administratif, melainkan momentum krusial yang akan menentukan arah kepemimpinan olahraga daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Di titik inilah publik olahraga diuji: apakah kontestasi ini akan melahirkan kepemimpinan yang memperkuat pembinaan dan prestasi, atau justru menyisakan fragmentasi di internal cabang olahraga?

Peta dukungan mulai mengerucut. Agus Irawan disebut telah mengantongi dukungan dari sejumlah cabang olahraga (cabor) dan secara resmi menyerahkan berkas pencalonannya kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) pada Rabu (25/2/2026), sesuai mekanisme organisasi. Langkah ini menunjukkan kesiapan administratif sekaligus konsolidasi politik olahraga yang relatif solid.

Di sisi lain, Syamsul Rizal masih berupaya menggalang tambahan dukungan. Hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah dirinya akan mengembalikan berkas pencalonan sebelum tenggat waktu berakhir. Situasi tersebut menempatkan H-1 sebagai fase paling menentukan, bukan hanya bagi kandidat, tetapi juga bagi cabor-cabor yang belum menjatuhkan pilihan.

Namun demikian, angka-angka dukungan yang beredar sejatinya belum final. Dalam tradisi organisasi yang sehat, legitimasi tidak lahir dari klaim, melainkan dari proses. Semua tetap bergantung pada hasil verifikasi Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) sesuai aturan yang berlaku.

Lebih jauh dari sekadar siapa unggul atau tertinggal, yang patut menjadi perhatian adalah bagaimana proses ini menjaga marwah organisasi. KONI bukan arena politik praktis, melainkan ruang konsolidasi prestasi. Siapa pun yang nantinya ditetapkan, tantangan terbesarnya bukan sekadar memenangkan pemilihan, melainkan merawat kepercayaan, menyatukan energi cabor, dan memastikan atlet tetap fokus pada target prestasi.

H-1 ini pada akhirnya bukan hanya tentang berkas yang dikembalikan, tetapi tentang komitmen terhadap tata kelola yang transparan, sportif, dan berorientasi pada masa depan olahraga Kabupaten Serang.