JAKARTA — Mahkamah Agung (MA) membuka seleksi pengadaan calon hakim tahun anggaran 2026 bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan MA dan badan peradilan di bawahnya. Hingga 27 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat 2.219 pendaftar memperebutkan 208 formasi.

Pendaftaran dibuka sejak 1 Oktober dan akan ditutup pada 2 November 2026 pukul 23.59 WIB. Ketentuan tersebut tercantum dalam pengumuman Sekretariat MA Nomor 20/SEK/PENG.KP1.1.2/X/2026.

Berdasarkan data yang dikutip Dandapala, seleksi mencakup tiga lingkungan peradilan, yakni peradilan umum, peradilan agama, dan peradilan tata usaha negara (TUN).

Peradilan umum mencatat 1.019 pendaftar untuk 85 formasi. Jumlah tersebut terdiri atas 988 pendaftar formasi umum, 23 pendaftar formasi Aceh, dan delapan pendaftar formasi Papua.

Sementara itu, peradilan agama mencatat 1.114 pendaftar. Rinciannya meliputi 1.080 pendaftar formasi umum, 31 pendaftar formasi Aceh, dan tiga pendaftar formasi Papua.

Adapun peradilan TUN mencatat 86 pendaftar. Jumlah itu terdiri atas 79 pendaftar formasi umum, tiga pendaftar formasi Aceh, dan empat pendaftar formasi Papua.

MA juga mengingatkan peserta agar memeriksa kelengkapan dokumen persyaratan, termasuk sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Sertifikat TOEFL atau IELTS harus diterbitkan lembaga resmi terakreditasi dan masih berlaku sesuai ketentuan seleksi.

Skor minimal yang dipersyaratkan ialah TOEFL PBT/ITP 450, TOEFL iBT 45, atau IELTS 5.0. Sertifikat TOEFL atau IELTS prediksi tidak dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Calon pelamar perlu memastikan seluruh data dan dokumen telah dilengkapi sebelum batas pendaftaran. Informasi mengenai persyaratan dan perkembangan seleksi dapat diperiksa melalui kanal resmi Mahkamah Agung.